Sabtu, 09 Desember 2017
Jumat, 03 November 2017
Rabu, 04 Oktober 2017
Jumat, 30 Juni 2017
Tugas Psikoterapi Ke-4 Review Film
Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah
(17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
Review
Film Anger Management
Sinopsis
Dave
Buznik adalah seorang asisten eksekutif yang pemalu, namun setelah sebuah
kesalahpahaman kecil yang terjadi di pesawat memicu emosinya sehingga tak
terkendalikan, maka Dave diharuskan oleh pengadilan agar mengikuti sebuah
terapi untuk mengontrol kemarahan yang ditangani oleh spesialis Dr.Buddy
Rydell. Film ini diawali dengan masa kecil Dave yang sangat pemalu dan sedang
ditantang oleh seorang gadis yang disukai oleh Dave untuk mencium gadis
tersebut di depan teman-temannya. Namun saat Dave hendak menerima tantangan
itu, seorang temannya bernama Arnie mempermainkan Dave dan mempermalukannya
sehingga Dave menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Dave tidak bisa merasa
marah oleh apa yang telah dilakukan Arnie terhadap dirinya, Dave hanya diam dan
mengalah. Lambat laun dan seiring berjalannya waktu, sifat Dave tidak dapat
berubah dan itu menjadi sebuah trauma dan tekanan batin.Hingga Dave dewasa dan
tinggal di New York, trauma itu telah mengakar kuat pada pribadinya.
Film ini juga menceritakan
bagaimana hubungan Dave dengan atasannya Frank yang bersikap sangat kasar
padanya, serta hubungan Dave dengan Andre (sahabat Linda) yang sangat tidak
harmonis.Dave bekerja sebagai seorang sekretaris dan memiliki seorang atasan
yang sangat kasar bernama Frank. Frank bersikap sewenang-wenang terhadap Dave,
bahkan Frank mengambil kredit untuk karya yang telah dikerjakan oleh Dave.
Namun apalah daya seorang Dave yang tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya
itu.Hingga sampai suatu ketika Linda (kekasih Dave) mempunyai rencana untuk
memasukkan Dave ke dalam kelompok pengendalian emosi yang diketuai oleh
Dr.Buddy tanpa sepengetahuan Dave.Linda dan Dr.Buddy membuat rrencana
sedemikian rupa sehingga Dave masuk ke dalam permainanyang telah mereka
rencamakan.
Rencana
tersebut diawali saat penerbangan pertemuan bisnis, Dave secara tidak sengaja
duduk dengan seseorang bernama Buddy Rydell . Buddy mengganggu Dave dengan cara
menonton film komedi dan tertawa terlalu kencang sehingga membuat tidur Dave
terganggu. Buddy mengajak Dave menonton bersama kemudian, Dave meminta headset kepada pramugari, namun mereka
tidak menghiraukan permintaan Dave dan itu membuat Dave sangat marah hingga
berteriak kepada pramugari tersebut. Oleh karena hal itu, Dave dibawa ke
pengadilan dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus mengikuti kelas
pengendalian emosi dokter Buddy. Pada sesi terapi pertama, dave bertemu dengan
banyak orang dengan berbagai macam masalah mental mereka .Dave menyelesaikan
sesi terapi pertama dengan sangat buruk, sehingga dokter Buddy memutuskan bahwa
Dave harus mengikuti sesi terapi dua pertemuan penuh kedepannya.Akan tetapi,
Dave melakukan tindakan agresi secara tidak sengaja terhadap pelayan bar karena
ajakan temannya yang sedang disulut kemarahan.Masalah itupun berujung pada
pengadilan, dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus dihukum ke penjara
negara. Sesaat setelah pengadilan menjatuhkan hukuman, dokter Buddy masuk ke
dalam ruang pengadilan dan langsung berbisik menghampiri hakim dan kemudian
hakim membatalkan hukuman penjara untuk Dave akan tetapi Dave harus mengikuti
terapi berasama dokter Buddy.
Sebagai tahapan terapi untuk Dave,
dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan secara personal, sehingga dokter
Buddy memaksakan diri untuk tinggal serumah dengan Dave.Banyak sekali kejadian
konyol saat mereka tinggal bersama dalam satu rumah. Dokter Buddy juga
mengikuti Dave saat bekerja dikantornya, dimana dokter Buddy menghina Frank dan
juga Andre. Suatu hari Dave mendapatkan panggilan untuk dokter Buddy, Dave
diminta untuk menyampaikan bahwa ibu dari dokter Buddy akan dioperasi kecil di
Boston. Dokter Buddy oun mengajak Dave untuk menemaninya menjenguk sang ibu.
Pada saat di Boston, Dave bertemu dengan seorang wanita cantik dan dokter Buddy
menantang Dave untuk mendekati wanita itu dengan taruhan bahwa Dave akan
terbebas dari program pengendalian emosi. Dave pun menerima tantangan itu dan
dia berhasil pergi dengan wanita itu bahkan sampai tiba di rumah sang wanita
tersebut. Wanita tersebut berusaha untuk menggoda Dave, namun Dave tetap setia
pada kekasihnya, Linda.Sepulangnya dari Boston, dokter Buddy memutar mobil
menuju kuil Buddha untuk menemui Arnie dan membalaskan dendam yang telah
dilakukannya saat Dave masih kecil.Disana dokter Buddy memprovokasi Dave
sehingga timbul perkelahian antara mereka.Akhirnya Dave pun berhasil
membalasakan dendam masa kecilnya.
Setelah
pembalasan dendam tersebut, mereka kembali ke New York dengan rasa bebas.Namun,
sesampainya di New York, Linda memutuskan hubungannya dengan Dave dan berpaling
pada dokter Buddy.Pada saat mengetahui hal itu, Dave hancur dan menciba untuk
menguatkan diri.Akan tetapi hubungan Linda dan dokter Buddy hanyalah salah satu
bagian dari rencana mereka. Suatu hari Linda dan dokter Buddy pergi ke sebuah
acara pertandingan YankessI dan
disana Dave menduga kalau dokter Buddy akan mencuri ide lamaran yang telah
dirancangnya untuk Linda. Dave pun marah dan pergi ke lapangan Yankess untuk mencari Linda dan
mengatakan bahwa dia mencintai Linda dan tidak ingin Linda menikah dengan
dokter Buddy. Usaha Dave pun berhasil, ia menemukan Linda dna menyatakan
perasaannya, agar dapat menrima pernyataan cinta Dave tersebut. Linda
mengajukan syarat bahwa Dave harus mencium Linda dihadapan para penonton Yankess.Dave pun melakukan hal itu, dan
sekaligus Dave dinyatakan lulus oleh dokter Buddy dari terapi pengendalian
emosi yang dipimpinnya. Film ini berakhir dengan perayaan kelulusan Dave dari
terapi pengendalian emosi yang dirayakan di taman.
Identifikasi
Masalah:
Dave selalu merasa rendah diri dan
tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah bertindak
seenaknya pada Dace. Dave merasa marah kepada dirinya sendiri karena membiarkan
orang lain memperolok dirinya. Sehingga, Linda membuat rencana untuk Dave agar
Dave dapat mengelola emosinya. Linda meminta bantuan kepada Dr. Buddy selaku
terapis masalah pengendalian emosi untuk memasukkan Dave ke dalam kelas
pengendalian emosi tersebut dengan cara yang tidak biasa dan tanpa
sepengetahuan Dave. Dave terpaksa mengikuti kelas pengendalian emosi Dr. Buddy
dan merasa bahwa Dr. Buddy adalah terapis yang tidak waras.Dr. Buddy selalu
melakukan hal yang membuat Dave merasa kesal dan marah sehingga perlahan Dave
bisa mengeluarkan emosi amarahnya dengan baik hingga berhasil dinyatakan sembuh
atau lulus dari kelas pengendalian emosi Dr. Buddy.
Analisi
Kritis:
Didalam
film ini dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan karena dokter Buddy
menganggap terapi tersebut adalah terapi yang cocok untuk Dave.Agar dapat
melakukan pengamatan terhadap Dave, dokter Buddy memaksa untuk tinggal di rumah
Dave selama 30 hari.Tetapi sebenarnya tidak hanya terapi pendekatan saja yang
dapat dilakukan untuk kasus seperti Dave, banyak sekali terapi ataupun
teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk menangani masalah anger management.Terapi pendekatan yang dilakukan oleh dokter Buddy
ini hampir sama dengan terapi kognitif karena Dave diajak untuk mengkaji ulang
pikiran marah yang muncul, menemukan distorsi kognitif yang ada dalam setiap
pikiran marah, lalu berusaha untuk membuat tanggapan rasional. Teknik ini
berupa pencatatan harian pemikiran disfungsional,
namun dalam film inidokter Buddy menggunakan tape recorder untuk merekam semua pemikiran disfungsional Dave.
Sedangkan
untuk menangani pengendalian emosi dari teman-teman Dave yang lain Dr.Buddy
menggunakan teknik-teknik yang diungkapkan oleh Hershom dalam bukunya, yakni
C.A.R.E. Pada teknik pertama, yaitu Commitment to Change, mereka diminta untuk
membuat komitmen dalam mengelola emosi marah. Teknik ini sangatlah penting
karena untuk mengubah perilaku seseorang khususnya dalam mengelola emosi marah
dibutuhkan adanya komitmen yang kuat dari dirinya sendiri untuk mau
berubah.Teknik kedua.Yaitu Awareness of
Youth Early Warning Signs berguna untuk mengenali tanda-tanda peringatan
awal kemarahan.Apabila mengenali tanda-tanda awal kemarahan terlebih dahulu,
mereka dapat semakin peka mengenali emosi marah ketika perasaan marah itu
muncul.Kemampuan dalam mengenali emosi marah dapat membantu untuk memahami
perasaannya sehingga tidak dikuasai oleh amarah.Teknik yang ketiga, yaitu Exercising Self Control with Time Outs.Teknik
ini juga sangat penting karena dapat membantu untuk menenangkan diri atau
meredakan amarah.Seperti kata-kata yang diajarkan oleh Dr.Buddy setiap mereka
merasa marah, Dr. Buddy membimbing mereka untuk mengucapkan “ghoss praba”.Teknik yang keempat, yaitu
Relaxation.Teknik ini berguna untuk
meredakan amarah seseorang yang sedang mengalami emosi.Relaksasi dapat
dilakukan dengan self hypnosis maupun
dengan cara-cara yang lain, misalnya main game,
pergi jalan-jalan atau berdiam diri untuk sementara waktu.
Kesimpulan:
Dave
mengalami krisis rendah diri yang berakibat dia tidak dapat mengungkapkan rasa
marahnya kepada orang yang telah berlaku buruk padanya.Yang mana krisis rendah
diri tersebut adalah akibat dari perilaku teman Dave semasa kecilnya sehingga
menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi Dave.
Dr.
Buddy menggunakan terapi pendekatan
sebagai salah satu terapi dari cabang humanistik yang dapat dilakukan dengan
pendekatan secara personal kepada subjek terapi.
Sabtu, 27 Mei 2017
Tugas Psikoterapi Ke-3
Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah (17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
LOGOTERAPI VIKTOR FRANKL
A. Viktor Frankl
Pencetus logoterapi adalah Viktor Frankl, istilah logoterapi itu
sendiri berasak dari dua kata, yakni logos dan terapi (therapy) ,
yakni suatu terapi yang berani menembus dimensi spiritual dari keberadaan manusia.
Ketika Perang Dunia ke II pecah tahun1942, Frankl bersama istri dan orangtuanya
termasuk salah satu dari ribuan warga Yahudi yang ditahan oleh tentara
Nazi, dan dimasukan ke dalam kamp konsentrasi.
B. Awal Munculnya Gangguan
Di dalam Kamp-konsentrasi itulah Frankl menyaksikan
para tahanan disiksa, di teror, dan di bunuh secara kejam. Ia
sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa. Walaupun demikian,
di dalam keterbatasannya sebagai manusia, Frankl berusaha
turut meringankan penderitaan sesama tahanan, baik secara
medis maupun secara psikologis. Frankl membesarkan hati mereka
yang putus asa dan membantu menunjukkan hikmat dan arti
hidup, walaupun mereka dalam keadaan menderita. Di dalam pengamatan
Frankl melihat bahwa dalam keadaan yang mencekam dan sarat dengan
penderitaan, ada sebagian tahanan yang tepat menunjukkan sikap tabah,
bertahan, dan bahkan berusaha membantu sesama tahanan. Namun, di lain
pihak, sebagian besar tahanan mengalami putus asa, apatis
dan kehilangan semangat hidup; tidak jarang mereka melakukan
bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaan.
C. Prinsip dan Konsep Dasar
Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis
menekankanpentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan
kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl
berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya
sendiri dan kemudian setelah menemukan mencoba untuk
memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan
kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna
dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang
dinamakan Logoterapi.
Logoterapi memiliki tiga konsep dasar,
yakni kebebasanberkeinginan, keinginan akan makna, dan makna
hidup. Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti
makna atau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi”
berasal dari bahasa Inggris therapy yang artinya penggunaan
teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi suatu penyakit. Jadi,
kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk menyembuhkan
dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna
hidup.
D. Tujuan Logoterapi
Tujuan logoterapi menyangkut beberapa hal. Terapis pertama-tama
harus memperlebar dan meperluas medan visual dari pasien sehingga seluruh
spectrum makna dan nilai-nilai disadari dan kelihatan olehnya. Dengan
demikian, usaha pasien untuk berpusat pada dirinya sendiri dipecahkan karena ia
dikonfrontasikan dengan dan diarahkan kepada makna hidupnya. Pemenuhan diri
sendiri hanya bisa tercapai sejauh manusia telah memenuhi makna konkret dari
eberadaan pribadinya
E. Langkah-Langkah Dalam Proses Terapi
Terdapat 4 langkah dalam proses logoterapi antara lain :
1. Menghadapi situasi itu
2. Kesadaran akan simtom
3. Mencari penyebab
4. Menemukan hubungan antara
penybab dan simtom
Menghadapi Situasi Itu
Diagnosis yang tepat merupakan langkah pertama dalam terapi dan
merupakan sesuatu yang penting. Seluruh gangguan fisik pasien merupakan
faktor-faktor fisik, psikologis, dan spiritual. Tidak ada neurosis somatogenik,
psikogenik, noogenik saja.. tujuan diagnosis adalah menentukan sifat dari
setiap faktor dan mengindentifikasi faktor manakah yang dominan. Apabila faktor
fisik yang dominan, maka kondisi itu disebut psikosis,dan apabila faktor
psikologis yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis. Sebaliknya,
apabila faktor spiritual yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis
noogenik.
Kesadaran akan Simtom.
Dalam menangani reaksi-reaksi neurosis psikogenik, logoterapi
diarahkan bukan pada simtom-simtom dan bukan juga pada penyebab psikis,
melainkan sikap pasien terhadap simtom-simtom tersebut. Dalam mengubah sikap
pasien terhadap simtom-simtom itu, logoterapi benar-benar merupakan suatu
terapi yang personalistik.
Mencari Penyebab
logoterapi adalah suatu terapi khusus bagi frustasi eksistensial
(kehampaan eksistensial) atau frustasi terhadap keinginan akan makna.
Kondisi-kondisi ini jika menghasilkan simtom-simtom neurotic, maka disebut
neurosis noogenik.
Logoterapi berurusan dengan penyadaran manusia terhadap tanggung
jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan
manusia. Tanggung jawab berarti kewajiban, dan kewajiban tersebut hanya dapat
dipahami dalam kaitanya dengan makna, yakni makna hidup manusia. Jadi,
logoterapi berkenaan dengan mana dalam berbagai aspek dan bidang-bidangnya.
Makna keberadaan itu dapat berupa makna hidup dan mati.
Menemukan Hubungan antara Penyebab
dan Simtom
Neurosis kecemasan dan keadaan fobia ditandai oleh kecemasan
antisipatori yang menimbulkan kondisi yang ditakuti pasien. Terjadinya kondisi
tersebut kemudian memperkuat kecemasan antisipatori yang mengakibatkan
lingkaran setan sehingga pasien menghindar atau menarik diri dari
situasi-situasi tersebut, dimana ia merasakan bahwa kecemasanya akan terjadi.
Dalam kasus-kasus yang menyangkut kecemasan antisipatori, teknik logoterapi
yang disebut intense paradoksikal (paradoxical intention) sangat berguna.
F. Teknik Logoterapi
Dijelaskan dalam Semiun (2006) teknik-teknik logoterapi terdiri
atas intensi paradoksikal, Derefleksi dan Bimbingan Rohani.
1. Intensi Paradoksikal
Teknik intensi paradoksikal adalah teknik dimana klien diajak
melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang
dialami. Jadi klien diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan
menghindarinya atau melawannya. Teknik ini pada dasarnya bertujuan lebih
daripada perubahan pola-pola tingkah laku. Lebih baik dikatakan suatu
reorientasi eksistensial. Menurut logoterapi disebut antagonisme psikonoetik
yang mengacu pada kapasitas manusia untuk melepaskan atau memisahkan dirinya
tidak hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya sendiri.
2). Derefleksi
Frankl (dalam Semiun, 2006) percaya, bahwa sebagian besar persoalan
kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan
mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain,
persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut,
klien diberi kemungkinan untuk mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian
pada sesuatu yang terlepas dari dirinya.
3). Bimbingan Rohani
Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada
penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat
terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak
mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong
untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap
penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.
Sumber :
https://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/
Senin, 01 Mei 2017
Tugas Psikoterapi Ke-2
Mengapa Psikoterapi dalam Psikoanalisis Menganalisis Psikopatologi Berdasarkan Perkembangan Psikoseksual?
Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah (17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
Pembahasan psikoanalisis dan psikoseksual saling berkaitan dan kedua teori tersebut dikaji oleh Sigmund Freud. Fokus keduanya adalah alam bawah sadar. Menurut Freud, alam bawah sadar mengambil peran penting dalam penyusunan struktur kepribadian seseorang. Sigmund Freud mengemukakan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Topografi atau peta kesadaran ini dipakai untuk mendiskripsi unsur cermati (awareness) dalan setiap event mental seperti berfikir dan berfantasi. Sampai dengan tahun 1920an, teori tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur kesadaran itu. Baru pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego, dan superego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi/menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi atau tujuannya.
Paradigma psikoanalisis bisa dikaitkan paling populer dalam bidang psikopatologi dan terapi. Sigmund Freud yang diangap sebagai bapak psikoanalisa membagi jiwa kedalam tiga bagian prinsipil, yaitu: id, ego, dan superego.
1. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal. Bekerja dengan menganut prinsip kesenangan (pleasure principle). Contohnya adalah ketika seseorang lapar maka ia akan membayangkan makanan.
2. Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pengontrol jalannya id dengan superego (penengah antara id dan superego) atau pelaksanaan dari Id. Menganut prinsip realitas (reality priciple). Contohnya adalah orang yang merasa lapar maka akan pergi mencari makan.
3. Super Ego adalah bagian moral dari kepribadian manusia. Merupakan filter dari sensor baik-buruk, salah-benar, boleh-tidak dari sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego. Contohnya adalah orang yang lapar tetapi ia sedang berada di kelas mengikuti perkuliahan dia tidak bisa menahan laparnya dan keluar dari kelas tanpa meminta izin pada dosen atau memilih menunggu jam perkuliahan selesai baru pergi ke kantin untuk makan. Maka superego berperan penting pada saat itu.
Selain itu, Freud juga membagi tahapan perkembangan kepribadian menjadi enam bagian. Tahapan ini biasa disebut dengan tahapan perkembangan Psikoseksual. Dan tahapan ini berkaitan erat dengan tiga prinsip kesenangan yang telah dijelaskan diatas, karena sama-sama membahas tentang kesenangan atau kenikmatan. Ke enam fase perkembangan Psikoseksual adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 1982 : 172-173).
1. Fase oral (oral stage ): 0 sampai kira-kira 18 bulan Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan adalah mulut.
2. Fase anal (anal stage) : kira-kira usia 18 bulan sampai 3 tahun. Pada fase ini bagian tubuh yang sensitif adalah anus.
3. Fase falis (phallic stage) : kira-kira usia 3 sampai 6 tahun. Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis adalah alat kelamin.
4. Fase laten (latency stage) : kira-kira usia 6 sampai pubertas Pada fase ini dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.
5. Fase genital (genital stage) : terjadi sejak individu memasuki pubertas dan selanjutnya. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi
Dari penjabaran diatas, Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang komulatif, sehingga gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa. Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis yaitu, histeria, fobia, obsesi- kompulsi, depresi, dan ketagihan obat (Alwisol, 2005 : 45).
a. Histeria
Histeria merupakan gangguan fisik, misalnya lumpuh, tuli, buta, dst. Yang penyebabnya bukan factor jasmaniah tetapi factor kejiwaan. Menurut Freud hysteria merupakan transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.
b. Fobia
Fobia adalah ketakutan yang tidak realistis. Freud memandang gangguan ini sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa berupa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual maupun kecemasan akibat peristiwa traumatis.
c. Obsesi-kompulsi
Obsesi adalah ide tertentu yang selalu melekast pada diri seseorang sedangkan kompulasi adalah dorongan (bersifat paksaan dari dalam) untuk melakukan tindakan tertentu, yang sebenarnya tidak perlu, secara berulang-ulang .
d. Depresi
Depresi merupakan gangguan jiwa dengan gejala-gejala perasaan tidak mampu, tidak berguna dan berharga. Menurut Freud, depresi berakar pada kehilangan cinta berkenaan dengan oedipus complex, sehingga dia marah pada diri sendiri
e. Ketergantungan pada alcohol dan obat-obatan
Menurut Freud ketergantungan seseorang pada alkohol maupun obat-obatan dilator belakangi oleh instink kematian (thanatos) yang ada pada orang yang bersangkutan.
Kesimpulannya, bahwa masalah psikopatologis sendiri dapat di analisis berdasarkan perkembangan psikoseksual seseorang. Karena psikopatologi dianggap sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Dan psikoseksual berkaitan erat dengan ketiga prinsipil yang saling berhubungan (id, ego, dan superego) yang di bahas di dalam psikoanalisa.
DAFTAR PUSTAKA
Kamis, 23 Maret 2017
Tugas Psikoterapi Ke-1
Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah (17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
SEJARAH
KATA PSYCHE
Dunia” kita dinamakan
psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Psyche, yang berarti
jiwa dalam bahasa Yunani dan Latin. Psyche adalah putri bungsu seorang
maharaja. Kecantikan lahir batinnya membuat banyak manusia dari segenap penjuru
dunia rela menempuh perjalanan panjang sekedar untuk mencuri pandang dan
mengaguminya. Venus selaku dewi kecantikan pun iri padanya karena pemujian
manusia terhadap Psyche melalaikan mereka dari pemujaan terhadap Venus. Venus
kemudian meminta anaknya, Cupid sang dewa cinta, untuk membuat Psyche terjatuh
cintanya pada mahluk paling menjijikkan di dunia.
Psyche
ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti
menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe sebagai dewi kecantikan. Meskipun
Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena
kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit
menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di
dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun
langsung saja terbang mencari Psyche. Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia
malah terpesona sampai tidak sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak
panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan
perintah Afrodit.
Setelah
beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya suatu
keganjilan, kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya
Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun
yang mau melamarnya. Beberapa
tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara
usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psyche cemas dan pergi ke
orakel untuk meminta nasehat. Psyche
dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah
dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya
berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti
jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Psyche meninggalkan tempat tinggalnya.
Semua orang merasa sedih melepas kepergian Psyche, karena entah disebabkan oleh
kecantikan fisiknya atau juga kebaikan hatinya, Psyche berhasil menjadi wanita
yang dicintai oleh masyarakat sekitarnya.
Psyche
berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil memberanikan
diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia menitikkan air mata.
Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari
gunung itu menuju seuatu tempat. Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe
melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai
ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu,
terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Tiba-tiba terdengar
sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal
Psyche dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi
kebutuhan Psyche. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya. Di
malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. tiba-tiba
Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus dan ramah.
"Apa ini monster
yang dibilang orakel?" pikir Psyche ragu.
Psyche dan Cupid lalu
menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat gelap gulita.
Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari. Namun dengan
sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau melihat wujudku,
maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."
Pada suatu hari, Psyche
rindu akan keluarganya, kakak-kakaknya. Jadi dia meminta agar kakak-kakaknya
dibawa ke istana tempatnya tinggal. Lalu Zephyrus menjemput kakak-kakak Psyche.
Ternyata kakak Psyche iri akan kebahagiaan adiknya itu dan Aphrodite menjadikan
itu senjatanya untuk menghancurkan pernikahan Eros dan Psyche. Aphrodite
membuat kakak-kakak Psyche untuk membujuk Psyche agar melihat sosok suaminya. Alhasil,
pada suatu malam, Psyche, dengan semua rasa penasarannya, mengambil lampu
minyak juga pisau (untuk jaga-jaga kalau ternyata Eros adalah raksasa
menakutkan, seperti yang dikatakan kakak-kakaknya) dan menerangi sosok
suaminya yang sedang tidur di sofa. Psyche terpana melihat tampannya suaminya,
tapi minyak lampu yang dipegangnya menetes ke bahu Eros dan Eros terbangun.
Melihah pisau yang dipegang Psyche, Eros mengembangkan sayapnya dan pergi.
Tinggallah Psyche dengan rasa menyesalnya. Psyche memohon kepada Aphrodite
agar dipertemukan kembali dengan Eros. sedangkan si Venus
Aphrodite melihatnya sebagai kesempatan untuk melenyapkan Psyche. Karena dia
tidak rela ada mahluk fana yang menyaingi kecantikannya. Lalu Venus
memberikan sebuah tugas sulit pada Psyche, yaitu
untuk mengambilkan kotak berisi semua pesona keindahan dari Parsephone di
underworld (neraka) yang merupakan daerah kekuasaan Hades itu. Malam
itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia
membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata
kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.Ketika cahaya lentera
menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa yang selama ini
bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun makin mencintai
Cupid.Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja menumpahkan minyak
dari lenteranya ke badan Cupid.
Cupid
merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun langsung
terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis sendirian
menyesali perbuatannya. Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi
datang. Psikhe pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe
menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi
Yunani mencari keberadaan suaminya.Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah
dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu
dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa
mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka
di sana sampai mati.
Psikhe
terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu terdapat
banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan. Sambil
bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak lagi
berantakan.Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara
padanya, "Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau
mencari Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan,
dan berdoa memohon maaf." Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari
Demeter, maka ia segera menuju Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal
dengan Psikhe menemuinya. Gadis itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang
dewi berkata bahwa untuk menebus dosanya, ia harus berhasil melakukan
tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Psikhe pun setuju.
Sebagai
tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi biji-bijiann yang
terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk memisahkan ketiga
biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir. Dengan
putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba datanglah
sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan semut-semut,
tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum pagi. Afrodit
yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas berikutnya adalah
Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir
sungai. Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok
nimfa yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati
domba domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu
hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah
pohon itu."
Psyche mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para nimfa dan
pergi mengamati para domba emas.Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol
emas mereka tersangkut di batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh.
Psikhe pun tinggal mengambil wol-wol itu dari sana. Semakin Psikhe berhasil,
semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh Afrodit. Psyche harus mengambil
air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira kali ini dia akan mati, namun
tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang mengambilkan air itu untuknya. Afrodit
jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau,
putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres
memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke
dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya.”
Psyche bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup. Psyche berpikir
tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan berniat bunuh
diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah berbicara pada
Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya. Setelah mendapat
petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti jalan yang
diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin untuk
mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti pada
Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga menolak
berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana. Ketika sampai di
istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada
Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak untuk duduk di kursi,
dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone
mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah mendapat kotak
itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak
kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psikhe berhasil
sampai di dunia atas.
Namun
sekali lagi Psyche merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit kecantikan
dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang kalau dia
menjadi lebih cantik. Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka
kotak itu. Begitu Psyche membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak
itu dan membuat Psyche tertidur abadi. Sementara luka pada bahu Cupid telah
sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche bahkan Cupid kini sangat
merindukan istrinya itu. Cupid
mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid
mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu
menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa
terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke
hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan
menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit
sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan
mereka.
Dewi
Psyche Dikatakan Sebagai Jiwa
Psikologi dari
perkataan psyche dari bahasa Yunani kuno yang artinya
nafas atau jiwa, logi darai kata logos artinya ilmu.
Jadi psikologi artinya ilmu jiwa. Uraian kata semacam ini disebut uraian
etimologis. Didalam cerita Yunani ada dua perawan kakak beradik, keduanya
sama-sama cantiki rupanya, terlebih-lebih yang mudah. Sutu ketika gadis yang
mudah tampak lain keadaannya daripada biasanya. Mukanya berseri-seri, riang
gemibira, ceria. Hal ini menimbulkan keheranan kakaknya. Menagap adiku berbeda
benar dengan biasany ? Ternyata kelainan kelakuan adiknya karena adiknya
berhubungan dengan seorang Dewa bernama Eros. Gadis muda tadi bernama Psyche.
Dewa Eros melihat kecantikan Psyche lalu jatuh cinta. Tetapi
bagaiman mungkin seorang Dewa dapat kawin dengan manusia biasa? itulah sebabnya
dia akan menyamar. Pada suatu malam Psyche sedang di taman bunga. Dalam taman
bunga itu terhamburlah bau semerbak, inilah yang
menyebabkan perubahan kelakuan Psyche dengan tana bau harum semerbak
itulah Psyche mengenal Dewa Eros yang pada permulaan sekali tealh diberitahukan
kepada Psyche pada kebiasaannya, setelah bau semerbak itu tercium datangla Dewa
Eros berwujud seorang pemuda yang sangat tampan. Tetapi malang, pada malam itu
bau harum sudah ada, namun Dewa Eros tidak tampak, maka hati Psyche menjadi
gelisah. Lalu berusaha mencari asal mula bau harum itu, tetapi eros selalu menghindarinya,
akhirnya tertumbuklan Eros pada sebuah lampu, dan lampupun padam serta
minyaknya menumpai Psyche. Dalam keadaan gelap Psyche jatuh pingsan lalu
meninggal.
Eros melihat kejadian
itu, amat sedih karena Psyche tak bernafas lagi. Karena
sedih dan cintanya kepada Psyche, maka dihembuslah nafas Eros pada hidung
Psyche, yang kemudian bernafas lagi dan hidup. Seterusnya Psyce dan Eros naik
ke Surga bersama-sama menjadi Dewa dan Dewi yaitu Dewa eros dan dewi
Psyche.
Jadi Psyche pada mulanya
berarti nafas. Pada orang yang meninggal, tidak mempunyai nafas
lagi. Karena nafas sebagai tanda hidup manusia, maka nafas lalu diartikan jiwa.
Apa yang menyebabkan hidup oleh bangsa Yunani disebutkan Anima yang
artinya jiwa. Lama kelamaan nafas yang semula sebagai tanda kematian, karean
tidak bernafas, kemudian nafas berarti jiwa (disamakan dengan jiwa). Sekarang
terjadilah istilah psikologi yang asal-usul katanya dari dewi Psyche dalam
ceritera Yunani kuno tadi. Dalam bahas inggris kata Psikologi
adalah Psychology. Dalam bahas indonesia padanannya adalah ilmu jiwa, ilmu
kerohanian (meliputi filsafat) atau secara umum Psikologi.
Minggu, 15 Januari 2017
Tugas Psikologi Manajemen Ke-4
I.
Empowerment,
Stres, dan Konflik
A.
Pengertian
Empowerment
◊ Pemberdayaan (empowerment) merupakan central theme atau jiwa partisipasi yang
sifatnya aktif-kreatif. Pemberdayaan merupakan proses perincian (breakdown) dari hubungan atau relasi antara subjek dan objek (termasuk
dikotomi laki-laki & perempuan)
◊ Richard Carver, Managing Director dari Coverdale Organization
mendefinisikan empowerment sebagai mendorong dan membolehkan
seseorang untuk mengambil tanggung jawab secara pribadi untuk meningkatkan atau
memperbaiki cara-cara menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan
kontribusi dalam pencapaian sasaran organisasi. Empowerment memerlukan
penciptaan budaya yang mendorong pegawai dalam setiap tingkatan untuk melakukan
sesuatu yang berbeda dan membantu pegawai untuk percaya diri dan kemampuan
untuk melakukan perubahan.
B.
● Pengertian Stres
◊ Mengutip penegrtian stres dari Handoko (1993),
stress merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir
dan kondisi seseorang. Kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut stressor.
◊ Hans Selye seorang ilmuan dari Kanada, dalam
bukunya The Stress of Live, yang
mendefinisikan stress sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh terhadap
tuntutan yang diterimanya. Definisi sederhana ini menghubungkan komponen dari stress,
yaitu antara tuntutan (bersifat eksternal) dan respon atau tanggapan (bersifat
internal).
● Sumber Stres
Menurut Robins (1996 :224) sumber stres yang
potensial adalah sebagi berikut :
1. Faktor lingkungan,
meliputi :
Ketidakpastian ekonomi, Ketidakpastian
politik, Ketidakpastian teknologi
2. Faktor
organisasi, meliputi :
Tuntutan
tugas, Tuntutan peran, Tuntutan antar pribadi, Struktur organisasi,
Kepemimpinan organisasi, Tahapan hidup organisasi
3. Faktor
individual, meliputi :
Masalah keluarga, Masalah ekonomi,
Kepribadian
Menurut Grant Brecht
(2000), penyebab dari stress dibedakan menjadi dua
macam :
a.
Penyebab makro, yaitu menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan,seperti
kematian, perceraian, pension, luka
batin, dan kebangkrutan.
b. Penyebab
mikro, yaitu menyangkut peristiwa kecil sehari-hari, seperti pertengkaran
rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akandimakan, dan antri.
C. ● Pengertian Konflik :
◊ konflik adalah suatu proses sosial
antara dua orang, dua kelompok,atau lebih yang
salah
satu pihaknya berupaya menyingkirkan yang lain dengan menghancurkan atau
membuatnya
tak berdaya.
◊
Soerjono Soekanto mengungkapkan bahwa konflik merupakan pertentangan untuk
berusaha
memenuhi tujuan dengan jalan menentang pihak lawan.
● Proses Konflik
Menurut Pondi, Proses terjadinya
konflik sebagai berikut.
1.
Konflik Laten (Latent Conflict)
Konflik Laten merupakan tahap dari munculnya
faktor-faktor penyebab konflik dalam organisasi. Bentuk-bentuk dasar dari
situasi ini ialah persaingan untuk memperebutkan sumberdaya yang terbatas,
konflik peran, persaingan perebutan posisi di dalam organisasi.
2. Konflik Yang Dipersepsikan (Perceived
Conflict)
Pada tahap ini salah satu pihak memandang
pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaian tujuannya.
3.
Konflik Yang Dimanifestasikan (Manifest Conflict)
Pada tahap ini perilaku tertentu sebagai
indikator konflik sudah mulai ditunjukkan, seperti adanya sabotase, agresi
terbuka, konfrontasi, rendahnya kinerja dan lain sebagainya.
4.
Resolusi Konflik (Conflict Resolution)
Pada tahap ini konflik yang terjadi
diselesaikan dengan berbagai macam cara dan pendekatan.
5.
Konflik Aftermath
Jika konflik sudah benar-benar diselesaikan
maka hal itu akan meningkatkan hubungan para anggota organisasi. Hanya saja
jika penyelesaian konflik tidak tepat, maka akan dapat menimbulkan konflik yang
baru.
Menurut Smith,
Proses terjadinya konflik sebagai berikut :
1. Tahap Antisipasi,
yaitu merasakan munculnya gejala perubahan yang mencurigakan.
2. Tahap Menyadari, yaitu perbedaan mulai
dieksepsikan dalam bentuk suasana yang tidak mengenakkan.
3. Tahap pembicaraan,
yaitu pendapat-pendapat berbeda mulai bermunculan.
4. Tahap Perdebatan Terbuka, yaitu perbedaan
pendapat mulai ditunjukkan dengan nyata dan terbuka.
5. Tahap Konflik Terbuka, yaitu masing-masing
pihak berusaha memaksakan kehendaknya kepada pihak lain.
D. Kasus yang berkaitan
Dengan Stres dan Konflik Pada Organisasi
Sebagai contoh Angela memandang
dirinya sebagai seorang yang menyenangkan, tetapi karyawan yang lain memandang
dari sisi jelek kepribadiannya. Rekan kerjanya adalah seorang teman baik
Angela, menuduh Angela telah mencuri klien penting. Hubungannya semakin
memburuk, rekan kerja Angela menyebarkan fitnah dan berita jelek. Angela
mengadu, tetapi atasannya tidak memperhatikan pengaduannya. Rekan kerjanya
akhirnya ditembak. Peristiwa ini
menggambarkan bagaimana kesalahpahaman dan perselisihan paham meluas menjadi
konflik sosioemosional, yang mengakibatkan hasil negatif bagi organisasi.
Konflik adalah tidak baik untuk bisnis, sebab berdampak pada keputusan pegawai
dan konsentrasi dalam bekerja. Konflik sosioemosional menyebabkan frustasi,
ketidakpuasan pekerjaan, dan stres. Dengan perkataan lain, konflik menunjukan
peningkatan pergantian dan ketidakhadiran pegawai.
II.
Komunikasi
Dalam Manajemen
A. Pengertian Komunikasi
◊
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu
pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau
verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa
verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan
dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya
tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut
komunikasi nonverbal.
◊
adalah keterampilan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap
gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama
lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya.
Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain
dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non
verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh
suku bangsa).
B. Proses Komunikasi
1. Pengirim
pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim
pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang
dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai
dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan
atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal
dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan
dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana
kerja
d. Pertanyaan
dan sebagainya
2. Simbol/
isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode
atau simbol sehingga pesannya dapat
dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan
dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian
muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk,
mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ;
TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan
media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah
penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan
kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui
indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus
dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat
dimengerti /dipahaminya.
5. Penerima
pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat
memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk
code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh
pengirim
C.
Hambatan Komunikasi
● Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan
disampaikan belum jelas bagi dirinya
atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi
emosional.
● Hambatan dalam
penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi
karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih
dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama
atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
● Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan
media komunikasi, misalnya gangguan
suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
● Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam
menafsirkan sandi oleh si penerima
● Hambatan dari penerima
pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima atau mendengarkan pesan, sikap prasangka
tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
● Hambatan dalam
memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya
akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan
sebagainya.
2.
Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca
gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan
alat komunikasi dan sebagainya.
3.
Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang
mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit
antara pemberi pesan dan penerima
4.
Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis
dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai
serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.
D. Pengertian komunikasi
interpersonal efektif dalam organisasi yang mencakup Componential dan Situasional
Komunikasi interpersonal adalah
proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang
lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui
balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi
interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan
oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan
dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah
komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap
pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau
nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang,
seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya
(Mulyana, 2000, p. 73)
Menurut Effendi, komunikasi
interpersonal merupakan komunikasi antar komunikator dengan komunikan, dimana
komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap,
pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis yaitu berupa
percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan
komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator
mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil
atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk
bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).
Komunikasi interpersonal efektif
dalam organisasi yang mencakup componential & situational, yaitu :
Komunikasi dalam organisasi atau
perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan
atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan
(downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun
antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana,
komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu
pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan
pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara
langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain.
Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan
balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan
disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran),
kemudian diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam
suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
1. Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi
dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian
pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai
dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2. Situasional
Interaksi tatap muka antara dua
orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung
disekitarnya.
E.
Model pengolahan informasi dalam komunikasi yang mencakup Rational,
Limited Capacity, Expert, Cybernetic
1. Rational
Pemodelan secara visual yang
memiliki banyak kemampuan (powerful) untuk pembentukan sistem berorientasi
obyek.
2. Limited capacity
Kapasitas pengolahan informasi yang
terbatas kepada tujuan manipulasi sebuah subset informasi yang tersedia
3. Expert
Keahlian dalam pengolahan informasi
yang tersedia
4. Cybernetic
Teori sistem pengontrol yang
didasarkan pada komunikasi (penyampaian informasi)
antara sistem dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol (feedback) dari
sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan.
F.
Model interaktif manajemen dalam komunikasi yang mencakup Confidence
Immediacy, Interaction Management,
Expressiveness, Other-Orientation
Model Interaktif Manajemen adalah
suatu cara atau teknik yang digunakan saat menyajikan informasi secara interaktif.
Adapun yang mencakup ke dalam model interaktif manajemen sebagai berikut:
1. Confidence
Adanya rasa nyaman dalam organisasi untuk
berinteraksi.
2. Immediacy
Adanya kepercayaan yang membuat
suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.
3. Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam
manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang
bersangkutan.
4. Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam
suatu organisasi dengan berbagai macam
ekspresi perilaku.
5. Other-orientation
Dalam suatu manajemen organisasi
berorientasi pada pegawai.
Referensi :
-
Dwidjowijoto, R.N., Wrihatnolo, R.R.
(2007). Manajemen pemberdayaan.
Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
-
Hardjana, A.M. (2003). Komunikasi intrapersonal dan interpersonal.
Yogyakarta :
Kanisius
-
Soeharto, Iman. (2004). Penyakit jantung koroner dan serangan
jantung. Jakarta :
PT. Gramedia Pustaka Utama
-
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal. Yogyakarta :
Graha Ilmu, Edisi Pertama
-
Umar, Husein. (2005). Riset sumber daya manusia. Jakarta :
PT. Gramedia Pustaka Utama
-
https://books.google.co.id/books?id=rtcB1bh9iP4C&dq=pengertian+konflik&hl=id&source=gbs_navlinks_s
-
http://amenaalatas.blogspot.co.id/2015/01/komunikasi-interpersonal-efektif.html
Langganan:
Postingan (Atom)
