Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah
(17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
Review
Film Anger Management
Sinopsis
Dave
Buznik adalah seorang asisten eksekutif yang pemalu, namun setelah sebuah
kesalahpahaman kecil yang terjadi di pesawat memicu emosinya sehingga tak
terkendalikan, maka Dave diharuskan oleh pengadilan agar mengikuti sebuah
terapi untuk mengontrol kemarahan yang ditangani oleh spesialis Dr.Buddy
Rydell. Film ini diawali dengan masa kecil Dave yang sangat pemalu dan sedang
ditantang oleh seorang gadis yang disukai oleh Dave untuk mencium gadis
tersebut di depan teman-temannya. Namun saat Dave hendak menerima tantangan
itu, seorang temannya bernama Arnie mempermainkan Dave dan mempermalukannya
sehingga Dave menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Dave tidak bisa merasa
marah oleh apa yang telah dilakukan Arnie terhadap dirinya, Dave hanya diam dan
mengalah. Lambat laun dan seiring berjalannya waktu, sifat Dave tidak dapat
berubah dan itu menjadi sebuah trauma dan tekanan batin.Hingga Dave dewasa dan
tinggal di New York, trauma itu telah mengakar kuat pada pribadinya.
Film ini juga menceritakan
bagaimana hubungan Dave dengan atasannya Frank yang bersikap sangat kasar
padanya, serta hubungan Dave dengan Andre (sahabat Linda) yang sangat tidak
harmonis.Dave bekerja sebagai seorang sekretaris dan memiliki seorang atasan
yang sangat kasar bernama Frank. Frank bersikap sewenang-wenang terhadap Dave,
bahkan Frank mengambil kredit untuk karya yang telah dikerjakan oleh Dave.
Namun apalah daya seorang Dave yang tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya
itu.Hingga sampai suatu ketika Linda (kekasih Dave) mempunyai rencana untuk
memasukkan Dave ke dalam kelompok pengendalian emosi yang diketuai oleh
Dr.Buddy tanpa sepengetahuan Dave.Linda dan Dr.Buddy membuat rrencana
sedemikian rupa sehingga Dave masuk ke dalam permainanyang telah mereka
rencamakan.
Rencana
tersebut diawali saat penerbangan pertemuan bisnis, Dave secara tidak sengaja
duduk dengan seseorang bernama Buddy Rydell . Buddy mengganggu Dave dengan cara
menonton film komedi dan tertawa terlalu kencang sehingga membuat tidur Dave
terganggu. Buddy mengajak Dave menonton bersama kemudian, Dave meminta headset kepada pramugari, namun mereka
tidak menghiraukan permintaan Dave dan itu membuat Dave sangat marah hingga
berteriak kepada pramugari tersebut. Oleh karena hal itu, Dave dibawa ke
pengadilan dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus mengikuti kelas
pengendalian emosi dokter Buddy. Pada sesi terapi pertama, dave bertemu dengan
banyak orang dengan berbagai macam masalah mental mereka .Dave menyelesaikan
sesi terapi pertama dengan sangat buruk, sehingga dokter Buddy memutuskan bahwa
Dave harus mengikuti sesi terapi dua pertemuan penuh kedepannya.Akan tetapi,
Dave melakukan tindakan agresi secara tidak sengaja terhadap pelayan bar karena
ajakan temannya yang sedang disulut kemarahan.Masalah itupun berujung pada
pengadilan, dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus dihukum ke penjara
negara. Sesaat setelah pengadilan menjatuhkan hukuman, dokter Buddy masuk ke
dalam ruang pengadilan dan langsung berbisik menghampiri hakim dan kemudian
hakim membatalkan hukuman penjara untuk Dave akan tetapi Dave harus mengikuti
terapi berasama dokter Buddy.
Sebagai tahapan terapi untuk Dave,
dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan secara personal, sehingga dokter
Buddy memaksakan diri untuk tinggal serumah dengan Dave.Banyak sekali kejadian
konyol saat mereka tinggal bersama dalam satu rumah. Dokter Buddy juga
mengikuti Dave saat bekerja dikantornya, dimana dokter Buddy menghina Frank dan
juga Andre. Suatu hari Dave mendapatkan panggilan untuk dokter Buddy, Dave
diminta untuk menyampaikan bahwa ibu dari dokter Buddy akan dioperasi kecil di
Boston. Dokter Buddy oun mengajak Dave untuk menemaninya menjenguk sang ibu.
Pada saat di Boston, Dave bertemu dengan seorang wanita cantik dan dokter Buddy
menantang Dave untuk mendekati wanita itu dengan taruhan bahwa Dave akan
terbebas dari program pengendalian emosi. Dave pun menerima tantangan itu dan
dia berhasil pergi dengan wanita itu bahkan sampai tiba di rumah sang wanita
tersebut. Wanita tersebut berusaha untuk menggoda Dave, namun Dave tetap setia
pada kekasihnya, Linda.Sepulangnya dari Boston, dokter Buddy memutar mobil
menuju kuil Buddha untuk menemui Arnie dan membalaskan dendam yang telah
dilakukannya saat Dave masih kecil.Disana dokter Buddy memprovokasi Dave
sehingga timbul perkelahian antara mereka.Akhirnya Dave pun berhasil
membalasakan dendam masa kecilnya.
Setelah
pembalasan dendam tersebut, mereka kembali ke New York dengan rasa bebas.Namun,
sesampainya di New York, Linda memutuskan hubungannya dengan Dave dan berpaling
pada dokter Buddy.Pada saat mengetahui hal itu, Dave hancur dan menciba untuk
menguatkan diri.Akan tetapi hubungan Linda dan dokter Buddy hanyalah salah satu
bagian dari rencana mereka. Suatu hari Linda dan dokter Buddy pergi ke sebuah
acara pertandingan YankessI dan
disana Dave menduga kalau dokter Buddy akan mencuri ide lamaran yang telah
dirancangnya untuk Linda. Dave pun marah dan pergi ke lapangan Yankess untuk mencari Linda dan
mengatakan bahwa dia mencintai Linda dan tidak ingin Linda menikah dengan
dokter Buddy. Usaha Dave pun berhasil, ia menemukan Linda dna menyatakan
perasaannya, agar dapat menrima pernyataan cinta Dave tersebut. Linda
mengajukan syarat bahwa Dave harus mencium Linda dihadapan para penonton Yankess.Dave pun melakukan hal itu, dan
sekaligus Dave dinyatakan lulus oleh dokter Buddy dari terapi pengendalian
emosi yang dipimpinnya. Film ini berakhir dengan perayaan kelulusan Dave dari
terapi pengendalian emosi yang dirayakan di taman.
Identifikasi
Masalah:
Dave selalu merasa rendah diri dan
tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah bertindak
seenaknya pada Dace. Dave merasa marah kepada dirinya sendiri karena membiarkan
orang lain memperolok dirinya. Sehingga, Linda membuat rencana untuk Dave agar
Dave dapat mengelola emosinya. Linda meminta bantuan kepada Dr. Buddy selaku
terapis masalah pengendalian emosi untuk memasukkan Dave ke dalam kelas
pengendalian emosi tersebut dengan cara yang tidak biasa dan tanpa
sepengetahuan Dave. Dave terpaksa mengikuti kelas pengendalian emosi Dr. Buddy
dan merasa bahwa Dr. Buddy adalah terapis yang tidak waras.Dr. Buddy selalu
melakukan hal yang membuat Dave merasa kesal dan marah sehingga perlahan Dave
bisa mengeluarkan emosi amarahnya dengan baik hingga berhasil dinyatakan sembuh
atau lulus dari kelas pengendalian emosi Dr. Buddy.
Analisi
Kritis:
Didalam
film ini dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan karena dokter Buddy
menganggap terapi tersebut adalah terapi yang cocok untuk Dave.Agar dapat
melakukan pengamatan terhadap Dave, dokter Buddy memaksa untuk tinggal di rumah
Dave selama 30 hari.Tetapi sebenarnya tidak hanya terapi pendekatan saja yang
dapat dilakukan untuk kasus seperti Dave, banyak sekali terapi ataupun
teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk menangani masalah anger management.Terapi pendekatan yang dilakukan oleh dokter Buddy
ini hampir sama dengan terapi kognitif karena Dave diajak untuk mengkaji ulang
pikiran marah yang muncul, menemukan distorsi kognitif yang ada dalam setiap
pikiran marah, lalu berusaha untuk membuat tanggapan rasional. Teknik ini
berupa pencatatan harian pemikiran disfungsional,
namun dalam film inidokter Buddy menggunakan tape recorder untuk merekam semua pemikiran disfungsional Dave.
Sedangkan
untuk menangani pengendalian emosi dari teman-teman Dave yang lain Dr.Buddy
menggunakan teknik-teknik yang diungkapkan oleh Hershom dalam bukunya, yakni
C.A.R.E. Pada teknik pertama, yaitu Commitment to Change, mereka diminta untuk
membuat komitmen dalam mengelola emosi marah. Teknik ini sangatlah penting
karena untuk mengubah perilaku seseorang khususnya dalam mengelola emosi marah
dibutuhkan adanya komitmen yang kuat dari dirinya sendiri untuk mau
berubah.Teknik kedua.Yaitu Awareness of
Youth Early Warning Signs berguna untuk mengenali tanda-tanda peringatan
awal kemarahan.Apabila mengenali tanda-tanda awal kemarahan terlebih dahulu,
mereka dapat semakin peka mengenali emosi marah ketika perasaan marah itu
muncul.Kemampuan dalam mengenali emosi marah dapat membantu untuk memahami
perasaannya sehingga tidak dikuasai oleh amarah.Teknik yang ketiga, yaitu Exercising Self Control with Time Outs.Teknik
ini juga sangat penting karena dapat membantu untuk menenangkan diri atau
meredakan amarah.Seperti kata-kata yang diajarkan oleh Dr.Buddy setiap mereka
merasa marah, Dr. Buddy membimbing mereka untuk mengucapkan “ghoss praba”.Teknik yang keempat, yaitu
Relaxation.Teknik ini berguna untuk
meredakan amarah seseorang yang sedang mengalami emosi.Relaksasi dapat
dilakukan dengan self hypnosis maupun
dengan cara-cara yang lain, misalnya main game,
pergi jalan-jalan atau berdiam diri untuk sementara waktu.
Kesimpulan:
Dave
mengalami krisis rendah diri yang berakibat dia tidak dapat mengungkapkan rasa
marahnya kepada orang yang telah berlaku buruk padanya.Yang mana krisis rendah
diri tersebut adalah akibat dari perilaku teman Dave semasa kecilnya sehingga
menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi Dave.
Dr.
Buddy menggunakan terapi pendekatan
sebagai salah satu terapi dari cabang humanistik yang dapat dilakukan dengan
pendekatan secara personal kepada subjek terapi.
