Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah (17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
SEJARAH
KATA PSYCHE
Dunia” kita dinamakan
psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Psyche, yang berarti
jiwa dalam bahasa Yunani dan Latin. Psyche adalah putri bungsu seorang
maharaja. Kecantikan lahir batinnya membuat banyak manusia dari segenap penjuru
dunia rela menempuh perjalanan panjang sekedar untuk mencuri pandang dan
mengaguminya. Venus selaku dewi kecantikan pun iri padanya karena pemujian
manusia terhadap Psyche melalaikan mereka dari pemujaan terhadap Venus. Venus
kemudian meminta anaknya, Cupid sang dewa cinta, untuk membuat Psyche terjatuh
cintanya pada mahluk paling menjijikkan di dunia.
Psyche
ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti
menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe sebagai dewi kecantikan. Meskipun
Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena
kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit
menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di
dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun
langsung saja terbang mencari Psyche. Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia
malah terpesona sampai tidak sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak
panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan
perintah Afrodit.
Setelah
beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya suatu
keganjilan, kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya
Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun
yang mau melamarnya. Beberapa
tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara
usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psyche cemas dan pergi ke
orakel untuk meminta nasehat. Psyche
dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah
dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya
berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti
jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Psyche meninggalkan tempat tinggalnya.
Semua orang merasa sedih melepas kepergian Psyche, karena entah disebabkan oleh
kecantikan fisiknya atau juga kebaikan hatinya, Psyche berhasil menjadi wanita
yang dicintai oleh masyarakat sekitarnya.
Psyche
berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil memberanikan
diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia menitikkan air mata.
Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari
gunung itu menuju seuatu tempat. Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe
melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai
ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu,
terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Tiba-tiba terdengar
sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal
Psyche dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi
kebutuhan Psyche. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya. Di
malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. tiba-tiba
Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus dan ramah.
"Apa ini monster
yang dibilang orakel?" pikir Psyche ragu.
Psyche dan Cupid lalu
menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat gelap gulita.
Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari. Namun dengan
sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau melihat wujudku,
maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."
Pada suatu hari, Psyche
rindu akan keluarganya, kakak-kakaknya. Jadi dia meminta agar kakak-kakaknya
dibawa ke istana tempatnya tinggal. Lalu Zephyrus menjemput kakak-kakak Psyche.
Ternyata kakak Psyche iri akan kebahagiaan adiknya itu dan Aphrodite menjadikan
itu senjatanya untuk menghancurkan pernikahan Eros dan Psyche. Aphrodite
membuat kakak-kakak Psyche untuk membujuk Psyche agar melihat sosok suaminya. Alhasil,
pada suatu malam, Psyche, dengan semua rasa penasarannya, mengambil lampu
minyak juga pisau (untuk jaga-jaga kalau ternyata Eros adalah raksasa
menakutkan, seperti yang dikatakan kakak-kakaknya) dan menerangi sosok
suaminya yang sedang tidur di sofa. Psyche terpana melihat tampannya suaminya,
tapi minyak lampu yang dipegangnya menetes ke bahu Eros dan Eros terbangun.
Melihah pisau yang dipegang Psyche, Eros mengembangkan sayapnya dan pergi.
Tinggallah Psyche dengan rasa menyesalnya. Psyche memohon kepada Aphrodite
agar dipertemukan kembali dengan Eros. sedangkan si Venus
Aphrodite melihatnya sebagai kesempatan untuk melenyapkan Psyche. Karena dia
tidak rela ada mahluk fana yang menyaingi kecantikannya. Lalu Venus
memberikan sebuah tugas sulit pada Psyche, yaitu
untuk mengambilkan kotak berisi semua pesona keindahan dari Parsephone di
underworld (neraka) yang merupakan daerah kekuasaan Hades itu. Malam
itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia
membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata
kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.Ketika cahaya lentera
menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa yang selama ini
bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun makin mencintai
Cupid.Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja menumpahkan minyak
dari lenteranya ke badan Cupid.
Cupid
merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun langsung
terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis sendirian
menyesali perbuatannya. Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi
datang. Psikhe pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe
menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi
Yunani mencari keberadaan suaminya.Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah
dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu
dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa
mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka
di sana sampai mati.
Psikhe
terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu terdapat
banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan. Sambil
bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak lagi
berantakan.Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara
padanya, "Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau
mencari Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan,
dan berdoa memohon maaf." Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari
Demeter, maka ia segera menuju Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal
dengan Psikhe menemuinya. Gadis itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang
dewi berkata bahwa untuk menebus dosanya, ia harus berhasil melakukan
tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Psikhe pun setuju.
Sebagai
tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi biji-bijiann yang
terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk memisahkan ketiga
biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir. Dengan
putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba datanglah
sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan semut-semut,
tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum pagi. Afrodit
yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas berikutnya adalah
Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir
sungai. Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok
nimfa yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati
domba domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu
hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah
pohon itu."
Psyche mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para nimfa dan
pergi mengamati para domba emas.Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol
emas mereka tersangkut di batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh.
Psikhe pun tinggal mengambil wol-wol itu dari sana. Semakin Psikhe berhasil,
semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh Afrodit. Psyche harus mengambil
air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira kali ini dia akan mati, namun
tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang mengambilkan air itu untuknya. Afrodit
jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau,
putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres
memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke
dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya.”
Psyche bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup. Psyche berpikir
tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan berniat bunuh
diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah berbicara pada
Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya. Setelah mendapat
petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti jalan yang
diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin untuk
mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti pada
Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga menolak
berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana. Ketika sampai di
istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada
Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak untuk duduk di kursi,
dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone
mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah mendapat kotak
itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak
kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psikhe berhasil
sampai di dunia atas.
Namun
sekali lagi Psyche merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit kecantikan
dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang kalau dia
menjadi lebih cantik. Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka
kotak itu. Begitu Psyche membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak
itu dan membuat Psyche tertidur abadi. Sementara luka pada bahu Cupid telah
sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche bahkan Cupid kini sangat
merindukan istrinya itu. Cupid
mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid
mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu
menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa
terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke
hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan
menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit
sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan
mereka.
Dewi
Psyche Dikatakan Sebagai Jiwa
Psikologi dari
perkataan psyche dari bahasa Yunani kuno yang artinya
nafas atau jiwa, logi darai kata logos artinya ilmu.
Jadi psikologi artinya ilmu jiwa. Uraian kata semacam ini disebut uraian
etimologis. Didalam cerita Yunani ada dua perawan kakak beradik, keduanya
sama-sama cantiki rupanya, terlebih-lebih yang mudah. Sutu ketika gadis yang
mudah tampak lain keadaannya daripada biasanya. Mukanya berseri-seri, riang
gemibira, ceria. Hal ini menimbulkan keheranan kakaknya. Menagap adiku berbeda
benar dengan biasany ? Ternyata kelainan kelakuan adiknya karena adiknya
berhubungan dengan seorang Dewa bernama Eros. Gadis muda tadi bernama Psyche.
Dewa Eros melihat kecantikan Psyche lalu jatuh cinta. Tetapi
bagaiman mungkin seorang Dewa dapat kawin dengan manusia biasa? itulah sebabnya
dia akan menyamar. Pada suatu malam Psyche sedang di taman bunga. Dalam taman
bunga itu terhamburlah bau semerbak, inilah yang
menyebabkan perubahan kelakuan Psyche dengan tana bau harum semerbak
itulah Psyche mengenal Dewa Eros yang pada permulaan sekali tealh diberitahukan
kepada Psyche pada kebiasaannya, setelah bau semerbak itu tercium datangla Dewa
Eros berwujud seorang pemuda yang sangat tampan. Tetapi malang, pada malam itu
bau harum sudah ada, namun Dewa Eros tidak tampak, maka hati Psyche menjadi
gelisah. Lalu berusaha mencari asal mula bau harum itu, tetapi eros selalu menghindarinya,
akhirnya tertumbuklan Eros pada sebuah lampu, dan lampupun padam serta
minyaknya menumpai Psyche. Dalam keadaan gelap Psyche jatuh pingsan lalu
meninggal.
Eros melihat kejadian
itu, amat sedih karena Psyche tak bernafas lagi. Karena
sedih dan cintanya kepada Psyche, maka dihembuslah nafas Eros pada hidung
Psyche, yang kemudian bernafas lagi dan hidup. Seterusnya Psyce dan Eros naik
ke Surga bersama-sama menjadi Dewa dan Dewi yaitu Dewa eros dan dewi
Psyche.
Jadi Psyche pada mulanya
berarti nafas. Pada orang yang meninggal, tidak mempunyai nafas
lagi. Karena nafas sebagai tanda hidup manusia, maka nafas lalu diartikan jiwa.
Apa yang menyebabkan hidup oleh bangsa Yunani disebutkan Anima yang
artinya jiwa. Lama kelamaan nafas yang semula sebagai tanda kematian, karean
tidak bernafas, kemudian nafas berarti jiwa (disamakan dengan jiwa). Sekarang
terjadilah istilah psikologi yang asal-usul katanya dari dewi Psyche dalam
ceritera Yunani kuno tadi. Dalam bahas inggris kata Psikologi
adalah Psychology. Dalam bahas indonesia padanannya adalah ilmu jiwa, ilmu
kerohanian (meliputi filsafat) atau secara umum Psikologi.

0 komentar:
Posting Komentar