Anggota Kelompok : 3PA17
Citra Siti Aisyah (12514445)
Indah Puji Lestari (15514273)
Nabilah Afifah (17514710)
Yohana Yayang Citra (1C514436)
LOGOTERAPI VIKTOR FRANKL
A. Viktor Frankl
Pencetus logoterapi adalah Viktor Frankl, istilah logoterapi itu
sendiri berasak dari dua kata, yakni logos dan terapi (therapy) ,
yakni suatu terapi yang berani menembus dimensi spiritual dari keberadaan manusia.
Ketika Perang Dunia ke II pecah tahun1942, Frankl bersama istri dan orangtuanya
termasuk salah satu dari ribuan warga Yahudi yang ditahan oleh tentara
Nazi, dan dimasukan ke dalam kamp konsentrasi.
B. Awal Munculnya Gangguan
Di dalam Kamp-konsentrasi itulah Frankl menyaksikan
para tahanan disiksa, di teror, dan di bunuh secara kejam. Ia
sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa. Walaupun demikian,
di dalam keterbatasannya sebagai manusia, Frankl berusaha
turut meringankan penderitaan sesama tahanan, baik secara
medis maupun secara psikologis. Frankl membesarkan hati mereka
yang putus asa dan membantu menunjukkan hikmat dan arti
hidup, walaupun mereka dalam keadaan menderita. Di dalam pengamatan
Frankl melihat bahwa dalam keadaan yang mencekam dan sarat dengan
penderitaan, ada sebagian tahanan yang tepat menunjukkan sikap tabah,
bertahan, dan bahkan berusaha membantu sesama tahanan. Namun, di lain
pihak, sebagian besar tahanan mengalami putus asa, apatis
dan kehilangan semangat hidup; tidak jarang mereka melakukan
bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaan.
C. Prinsip dan Konsep Dasar
Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis
menekankanpentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan
kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl
berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya
sendiri dan kemudian setelah menemukan mencoba untuk
memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan
kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna
dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang
dinamakan Logoterapi.
Logoterapi memiliki tiga konsep dasar,
yakni kebebasanberkeinginan, keinginan akan makna, dan makna
hidup. Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti
makna atau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi”
berasal dari bahasa Inggris therapy yang artinya penggunaan
teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi suatu penyakit. Jadi,
kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk menyembuhkan
dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna
hidup.
D. Tujuan Logoterapi
Tujuan logoterapi menyangkut beberapa hal. Terapis pertama-tama
harus memperlebar dan meperluas medan visual dari pasien sehingga seluruh
spectrum makna dan nilai-nilai disadari dan kelihatan olehnya. Dengan
demikian, usaha pasien untuk berpusat pada dirinya sendiri dipecahkan karena ia
dikonfrontasikan dengan dan diarahkan kepada makna hidupnya. Pemenuhan diri
sendiri hanya bisa tercapai sejauh manusia telah memenuhi makna konkret dari
eberadaan pribadinya
E. Langkah-Langkah Dalam Proses Terapi
Terdapat 4 langkah dalam proses logoterapi antara lain :
1. Menghadapi situasi itu
2. Kesadaran akan simtom
3. Mencari penyebab
4. Menemukan hubungan antara
penybab dan simtom
Menghadapi Situasi Itu
Diagnosis yang tepat merupakan langkah pertama dalam terapi dan
merupakan sesuatu yang penting. Seluruh gangguan fisik pasien merupakan
faktor-faktor fisik, psikologis, dan spiritual. Tidak ada neurosis somatogenik,
psikogenik, noogenik saja.. tujuan diagnosis adalah menentukan sifat dari
setiap faktor dan mengindentifikasi faktor manakah yang dominan. Apabila faktor
fisik yang dominan, maka kondisi itu disebut psikosis,dan apabila faktor
psikologis yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis. Sebaliknya,
apabila faktor spiritual yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis
noogenik.
Kesadaran akan Simtom.
Dalam menangani reaksi-reaksi neurosis psikogenik, logoterapi
diarahkan bukan pada simtom-simtom dan bukan juga pada penyebab psikis,
melainkan sikap pasien terhadap simtom-simtom tersebut. Dalam mengubah sikap
pasien terhadap simtom-simtom itu, logoterapi benar-benar merupakan suatu
terapi yang personalistik.
Mencari Penyebab
logoterapi adalah suatu terapi khusus bagi frustasi eksistensial
(kehampaan eksistensial) atau frustasi terhadap keinginan akan makna.
Kondisi-kondisi ini jika menghasilkan simtom-simtom neurotic, maka disebut
neurosis noogenik.
Logoterapi berurusan dengan penyadaran manusia terhadap tanggung
jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan
manusia. Tanggung jawab berarti kewajiban, dan kewajiban tersebut hanya dapat
dipahami dalam kaitanya dengan makna, yakni makna hidup manusia. Jadi,
logoterapi berkenaan dengan mana dalam berbagai aspek dan bidang-bidangnya.
Makna keberadaan itu dapat berupa makna hidup dan mati.
Menemukan Hubungan antara Penyebab
dan Simtom
Neurosis kecemasan dan keadaan fobia ditandai oleh kecemasan
antisipatori yang menimbulkan kondisi yang ditakuti pasien. Terjadinya kondisi
tersebut kemudian memperkuat kecemasan antisipatori yang mengakibatkan
lingkaran setan sehingga pasien menghindar atau menarik diri dari
situasi-situasi tersebut, dimana ia merasakan bahwa kecemasanya akan terjadi.
Dalam kasus-kasus yang menyangkut kecemasan antisipatori, teknik logoterapi
yang disebut intense paradoksikal (paradoxical intention) sangat berguna.
F. Teknik Logoterapi
Dijelaskan dalam Semiun (2006) teknik-teknik logoterapi terdiri
atas intensi paradoksikal, Derefleksi dan Bimbingan Rohani.
1. Intensi Paradoksikal
Teknik intensi paradoksikal adalah teknik dimana klien diajak
melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang
dialami. Jadi klien diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan
menghindarinya atau melawannya. Teknik ini pada dasarnya bertujuan lebih
daripada perubahan pola-pola tingkah laku. Lebih baik dikatakan suatu
reorientasi eksistensial. Menurut logoterapi disebut antagonisme psikonoetik
yang mengacu pada kapasitas manusia untuk melepaskan atau memisahkan dirinya
tidak hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya sendiri.
2). Derefleksi
Frankl (dalam Semiun, 2006) percaya, bahwa sebagian besar persoalan
kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan
mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain,
persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut,
klien diberi kemungkinan untuk mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian
pada sesuatu yang terlepas dari dirinya.
3). Bimbingan Rohani
Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada
penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat
terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak
mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong
untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap
penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.
Sumber :
https://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/

0 komentar:
Posting Komentar