Jumat, 30 Juni 2017

Tugas Psikoterapi Ke-4 Review Film

Anggota Kelompok : 3PA17

Citra Siti Aisyah          (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah             (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)



Review Film Anger Management

Sinopsis
            Dave Buznik adalah seorang asisten eksekutif yang pemalu, namun setelah sebuah kesalahpahaman kecil yang terjadi di pesawat memicu emosinya sehingga tak terkendalikan, maka Dave diharuskan oleh pengadilan agar mengikuti sebuah terapi untuk mengontrol kemarahan yang ditangani oleh spesialis Dr.Buddy Rydell. Film ini diawali dengan masa kecil Dave yang sangat pemalu dan sedang ditantang oleh seorang gadis yang disukai oleh Dave untuk mencium gadis tersebut di depan teman-temannya. Namun saat Dave hendak menerima tantangan itu, seorang temannya bernama Arnie mempermainkan Dave dan mempermalukannya sehingga Dave menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Dave tidak bisa merasa marah oleh apa yang telah dilakukan Arnie terhadap dirinya, Dave hanya diam dan mengalah. Lambat laun dan seiring berjalannya waktu, sifat Dave tidak dapat berubah dan itu menjadi sebuah trauma dan tekanan batin.Hingga Dave dewasa dan tinggal di New York, trauma itu telah mengakar kuat pada pribadinya.
Film ini juga menceritakan bagaimana hubungan Dave dengan atasannya Frank yang bersikap sangat kasar padanya, serta hubungan Dave dengan Andre (sahabat Linda) yang sangat tidak harmonis.Dave bekerja sebagai seorang sekretaris dan memiliki seorang atasan yang sangat kasar bernama Frank. Frank bersikap sewenang-wenang terhadap Dave, bahkan Frank mengambil kredit untuk karya yang telah dikerjakan oleh Dave. Namun apalah daya seorang Dave yang tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya itu.Hingga sampai suatu ketika Linda (kekasih Dave) mempunyai rencana untuk memasukkan Dave ke dalam kelompok pengendalian emosi yang diketuai oleh Dr.Buddy tanpa sepengetahuan Dave.Linda dan Dr.Buddy membuat rrencana sedemikian rupa sehingga Dave masuk ke dalam permainanyang telah mereka rencamakan.
            Rencana tersebut diawali saat penerbangan pertemuan bisnis, Dave secara tidak sengaja duduk dengan seseorang bernama Buddy Rydell . Buddy mengganggu Dave dengan cara menonton film komedi dan tertawa terlalu kencang sehingga membuat tidur Dave terganggu. Buddy mengajak Dave menonton bersama kemudian, Dave meminta headset kepada pramugari, namun mereka tidak menghiraukan permintaan Dave dan itu membuat Dave sangat marah hingga berteriak kepada pramugari tersebut. Oleh karena hal itu, Dave dibawa ke pengadilan dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus mengikuti kelas pengendalian emosi dokter Buddy. Pada sesi terapi pertama, dave bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam masalah mental mereka .Dave menyelesaikan sesi terapi pertama dengan sangat buruk, sehingga dokter Buddy memutuskan bahwa Dave harus mengikuti sesi terapi dua pertemuan penuh kedepannya.Akan tetapi, Dave melakukan tindakan agresi secara tidak sengaja terhadap pelayan bar karena ajakan temannya yang sedang disulut kemarahan.Masalah itupun berujung pada pengadilan, dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus dihukum ke penjara negara. Sesaat setelah pengadilan menjatuhkan hukuman, dokter Buddy masuk ke dalam ruang pengadilan dan langsung berbisik menghampiri hakim dan kemudian hakim membatalkan hukuman penjara untuk Dave akan tetapi Dave harus mengikuti terapi berasama dokter Buddy.
Sebagai tahapan terapi untuk Dave, dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan secara personal, sehingga dokter Buddy memaksakan diri untuk tinggal serumah dengan Dave.Banyak sekali kejadian konyol saat mereka tinggal bersama dalam satu rumah. Dokter Buddy juga mengikuti Dave saat bekerja dikantornya, dimana dokter Buddy menghina Frank dan juga Andre. Suatu hari Dave mendapatkan panggilan untuk dokter Buddy, Dave diminta untuk menyampaikan bahwa ibu dari dokter Buddy akan dioperasi kecil di Boston. Dokter Buddy oun mengajak Dave untuk menemaninya menjenguk sang ibu. Pada saat di Boston, Dave bertemu dengan seorang wanita cantik dan dokter Buddy menantang Dave untuk mendekati wanita itu dengan taruhan bahwa Dave akan terbebas dari program pengendalian emosi. Dave pun menerima tantangan itu dan dia berhasil pergi dengan wanita itu bahkan sampai tiba di rumah sang wanita tersebut. Wanita tersebut berusaha untuk menggoda Dave, namun Dave tetap setia pada kekasihnya, Linda.Sepulangnya dari Boston, dokter Buddy memutar mobil menuju kuil Buddha untuk menemui Arnie dan membalaskan dendam yang telah dilakukannya saat Dave masih kecil.Disana dokter Buddy memprovokasi Dave sehingga timbul perkelahian antara mereka.Akhirnya Dave pun berhasil membalasakan dendam masa kecilnya.
            Setelah pembalasan dendam tersebut, mereka kembali ke New York dengan rasa bebas.Namun, sesampainya di New York, Linda memutuskan hubungannya dengan Dave dan berpaling pada dokter Buddy.Pada saat mengetahui hal itu, Dave hancur dan menciba untuk menguatkan diri.Akan tetapi hubungan Linda dan dokter Buddy hanyalah salah satu bagian dari rencana mereka. Suatu hari Linda dan dokter Buddy pergi ke sebuah acara pertandingan YankessI dan disana Dave menduga kalau dokter Buddy akan mencuri ide lamaran yang telah dirancangnya untuk Linda. Dave pun marah dan pergi ke lapangan Yankess untuk mencari Linda dan mengatakan bahwa dia mencintai Linda dan tidak ingin Linda menikah dengan dokter Buddy. Usaha Dave pun berhasil, ia menemukan Linda dna menyatakan perasaannya, agar dapat menrima pernyataan cinta Dave tersebut. Linda mengajukan syarat bahwa Dave harus mencium Linda dihadapan para penonton Yankess.Dave pun melakukan hal itu, dan sekaligus Dave dinyatakan lulus oleh dokter Buddy dari terapi pengendalian emosi yang dipimpinnya. Film ini berakhir dengan perayaan kelulusan Dave dari terapi pengendalian emosi yang dirayakan di taman.

Identifikasi Masalah:
Dave selalu merasa rendah diri dan tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah bertindak seenaknya pada Dace. Dave merasa marah kepada dirinya sendiri karena membiarkan orang lain memperolok dirinya. Sehingga, Linda membuat rencana untuk Dave agar Dave dapat mengelola emosinya. Linda meminta bantuan kepada Dr. Buddy selaku terapis masalah pengendalian emosi untuk memasukkan Dave ke dalam kelas pengendalian emosi tersebut dengan cara yang tidak biasa dan tanpa sepengetahuan Dave. Dave terpaksa mengikuti kelas pengendalian emosi Dr. Buddy dan merasa bahwa Dr. Buddy adalah terapis yang tidak waras.Dr. Buddy selalu melakukan hal yang membuat Dave merasa kesal dan marah sehingga perlahan Dave bisa mengeluarkan emosi amarahnya dengan baik hingga berhasil dinyatakan sembuh atau lulus dari kelas pengendalian emosi Dr. Buddy.

Analisi Kritis:
            Didalam film ini dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan karena dokter Buddy menganggap terapi tersebut adalah terapi yang cocok untuk Dave.Agar dapat melakukan pengamatan terhadap Dave, dokter Buddy memaksa untuk tinggal di rumah Dave selama 30 hari.Tetapi sebenarnya tidak hanya terapi pendekatan saja yang dapat dilakukan untuk kasus seperti Dave, banyak sekali terapi ataupun teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk menangani masalah anger management.Terapi pendekatan yang dilakukan oleh dokter Buddy ini hampir sama dengan terapi kognitif karena Dave diajak untuk mengkaji ulang pikiran marah yang muncul, menemukan distorsi kognitif yang ada dalam setiap pikiran marah, lalu berusaha untuk membuat tanggapan rasional. Teknik ini berupa pencatatan harian pemikiran disfungsional, namun dalam film inidokter Buddy menggunakan tape recorder untuk merekam semua pemikiran disfungsional Dave.
            Sedangkan untuk menangani pengendalian emosi dari teman-teman Dave yang lain Dr.Buddy menggunakan teknik-teknik yang diungkapkan oleh Hershom dalam bukunya, yakni C.A.R.E. Pada teknik pertama, yaitu  Commitment to Change, mereka diminta untuk membuat komitmen dalam mengelola emosi marah. Teknik ini sangatlah penting karena untuk mengubah perilaku seseorang khususnya dalam mengelola emosi marah dibutuhkan adanya komitmen yang kuat dari dirinya sendiri untuk mau berubah.Teknik kedua.Yaitu Awareness of Youth Early Warning Signs berguna untuk mengenali tanda-tanda peringatan awal kemarahan.Apabila mengenali tanda-tanda awal kemarahan terlebih dahulu, mereka dapat semakin peka mengenali emosi marah ketika perasaan marah itu muncul.Kemampuan dalam mengenali emosi marah dapat membantu untuk memahami perasaannya sehingga tidak dikuasai oleh amarah.Teknik yang ketiga, yaitu Exercising Self Control with Time Outs.Teknik ini juga sangat penting karena dapat membantu untuk menenangkan diri atau meredakan amarah.Seperti kata-kata yang diajarkan oleh Dr.Buddy setiap mereka merasa marah, Dr. Buddy membimbing mereka untuk mengucapkan “ghoss praba”.Teknik yang keempat, yaitu Relaxation.Teknik ini berguna untuk meredakan amarah seseorang yang sedang mengalami emosi.Relaksasi dapat dilakukan dengan self hypnosis maupun dengan cara-cara yang lain, misalnya main game, pergi jalan-jalan atau berdiam diri untuk sementara waktu.


Kesimpulan:
            Dave mengalami krisis rendah diri yang berakibat dia tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah berlaku buruk padanya.Yang mana krisis rendah diri tersebut adalah akibat dari perilaku teman Dave semasa kecilnya sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi Dave.
            Dr. Buddy menggunakan terapi  pendekatan sebagai salah satu terapi dari cabang humanistik yang dapat dilakukan dengan pendekatan secara personal kepada subjek terapi.

            Selain dengan menggunakan terapi pendekatan ada juga terapi lain yang dapat digunakan atau dilakukan untuk menangani masalah emosi seperti yang dialami oleh Dave. Terapi itu antara lain C.A.R.E, assertivity, dan cognitive therapy.

0 komentar:

Posting Komentar