Sabtu, 06 Desember 2014

Rangkuman IBD, Manusia dan Penderitaan (kelompok 5)

Pengertian Penderitaan

Penderitaan mengandung yang artinya menanggung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Kasus-kasus penderitaan dapat ditemui disetiap sisi kehidupan. Berat ataupun ringan suatu penderitaan setiap orang berbeda-beda tergantung lika-liku kehidupan orang tersebut.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan

Faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia sedangkan internal berasal dari dalam diri manusia. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.
a. Siksaan
    Siksaan bersifat psikis : kebimbangan,ketakutan,kesepian.
b. Kekalutan Mental
    Gejala awal seseorang yang mengalami kekalutan mental :

  • Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing,sesak nafas,nyeri pada lambung.
  • Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,ketakutan,patah hati,apatis,cemburu,dan mudah marah.
      Penderita Kekalutan Mental :
  • Orang yang terlalu mengejar materi
  • Anak-anak usia muda
  • Wanita
  • Kota-kota besar
  • Orang yang tidak mempunyai iman dan beragama (kafir)
Bagaimanakah Cara Mengatasi Penderitaan ?

Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan,namun jika terus berjuang,terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut. Dan kita sebagai manusia tidak boleh putus asa ataupun mengeluh,harus yakin bahwa semua penderitaan itu adalah tantangan dan kita harus berjuang melawan penderitaan tersebut dan lalu kebahagiaan.

Sebab-sebab Terjadinya Penderitaan 

a. yang timbul akibat penyakit,siksaan/azab Tuhan.
b. yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.

Penderitaan dan Perjuangan

Jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri.Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan,namun jika terus berjuang,terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari penderitaan tersebut.

Pengaruh Terjadinya Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaa akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang positif maupun negative.

Jumat, 28 November 2014

Ringkasan Materi Ilmu Budaya Dasar Kelompok 4 (Manusia dan Keindahan)

1. Pengertian Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya,karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis,dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan,dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik atau buruk untuk diri kita sendiri. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

2. Pengertian Keindahan

keindahan berasal dari kata "indah",artinya bagus,permai,cantik,elok,molek,dan sebagainya.Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika,sosiologi,psikologi sosial,dan budaya.

3. Hakikat dari Keindahan

Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3,yaitu :

1. Keindahan dalam arti luas,menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas,yaitu yang menyangkut benda yang dapat diserap dengan pengelihatan berupa keindahan bentuk dan warna.
4.Keindahan dalam arti estesis
Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
  • Keindahan seni
  • Keindahan alam
  • Keindahan moral
  • Keindahan intelektual
3. Nilai Estetik

Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai itu dibedakan antara nilai subyektif dan obyektif,tetapi penggolongan yang penting adalah :
1. Nilai Ekstrinsik
2.Nilai Intrinsik

4. Hubungan Manusia dengan Keindahan

Manusia dengan keindahan memang tidak bisa dipisahkan sehingga perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa,seni suara maupun seni pertunjukan), yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan.

5. Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan

a. Renungan
b. Keserasian
c. Kehalusan
d. Kontemplasi dan Ekstansi

6. Alasan Manusia Menciptakan Keindahan

1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan Zaman
3. Penderitaan Manusia
4. Keagungan Tuhan

Kamis, 20 November 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar (Rangkuman Materi Kelompok 3)

Pengertian Cinta Kasih
    Cinta Kasih merupakan perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan,namun cinta dan kasih mempunyai arti sendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa,sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam.Cinta sendiri memiliki arti peranan penting dalam kehidupan,sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan.
    Manusia dalam kehidupannya mempunyai rasa cinta,namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri,karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih,karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin untuk memiliki seutuhnya. Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati,sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan,karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa melindungi.

Cinta Menurut Ajaran Agama :

1. Cinta Menurut Agama Islam
Cinta menurut bahasa merupakan perasaan suka sekali dan senang sekali,sedangkan menurut istilah cinta merupakan rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun,dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan di ridhai Allah.

2. Cinta Menurut Agama Kristen
Cinta merupakan cinta kasih antara sesama tanpa membedakan agama,ras,latar belakang.

3. Cinta Menurut Agama Hindu
Agama Hindu sangat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup.

4. Cinta Menurut Agama Buddha
Cinta kasih yang dipancarkan secara universal (tak terbatas) kepada semua makhluk dan cinta kasih yang tanpa pamrih,yaitu Metta.

Kasih Sayang
Merupakan salah satu istilah yang konotatif,dan tidak denotatif,kasih sayang ini sadar atau tidak,menuntut tanggung jawab,pengorbanan,kejujuran,saling percaya,dan saling pengertian satu sama lain.

Kemesraan
Berasal dari kata 'mesra',yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asrama maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.

Belas Kasih
Merupakan kebajikan dimana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme sadar ke tertinggi dalam filsafat.

Cinta Kasih Erotis
Adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis,untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual,namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja.

Contoh Kasus Manusia dan Cinta Kasih
Contohnya adalah cinta kasih kedua orangtua kepada anaknya,terlebih seorang ibu kepada anaknya, dia akan menyayangi anaknya sampai akhir hayat hidupnya.


Rabu, 29 Oktober 2014

Tugas Psikologi Umum Individu (Tokoh Psikologi Keluarga)




Biodata McGoldrick

      Monica McGoldrick, M.A., M.S.W., Ph.D. adalah pendiri dan direktur dari Multicultural Family Institute in Highland Park, New Jersey,dan asisten dosen di  Robert Wood Johnson Medical School.Ia lahir di Brooklyn, New York dan besar disana dan di Solebury Pennsylvania. Dia mengutamakan mempelajari bahasa rusia di Brown University dan mendapatkan gelar master dalam studi di Universitas Yale sebelum beralih ke pekerjaan sosial dan terapi keluarga,dan dia menerima MSW dan kemudian mendapatkan gelar kehormatan dari Smith  College School untuk pekerjaan sosial.
  Vidio klinisnya : Legacies kerugian dan Harnessing kekuatan genograms tersedia di www.psychoterapi.net. Bukunya mencakup Genograms kajian campur tangannya. Sebuah buku yang menjelaskan penggunaan dari pemetaan genogram terkenal dengan contoh dari Sigmund Freud ke Fondas dan Kennedys,genogram perjalanan,menghubungkan dengan keluarga anda. Sebuah buku yang mengkaji betapa pentingnya keluarga,jaringan untuk pembaca umum. Etnis dan keluarga terapi,sebuah buku yang membahas pola 51 budaya kelompok yang berbeda,diperluas kehidupan keluarga siklus,sebuah buku yang mengeksplorasi yang dapat dibaca di mode evolusi manusia melalui siklus hidup,yang tinggal diluar kerugian,buku tentang kesedihan dan berkabung, belum terselesaikan dan revesioning terapi keluarga dan ras budaya dan jenis kelamin,dalam kegiatan klinis yang menguraikan faktor sosial-budaya yang mempengaruhi keluarga dimasyarakat kita. 

Pembahasan dan yang dikembangkan

Carter dan McGoldrick (1980) menjelaskan bahwa tugas perkembangan utama dari dewasa muda yang belum kawin adalah “menerima keluarga asalnya” (hal. 13). Tiga tugas perkembangan yang dicantumkan oleh Carter dan McGoldrick (1988, hal. 15) :
  1. Pembedaan diri dalam hubungannya dengan keluarga asalnya.
  2. Menjalin hubungan dengan teman sebaya yang akrab.
  3. Pembentukan diri yang berhubungan dengan kemandirian pekerjaan dan finansial.

paradigma Carter dan McGoldrick merumuskan tahap siklus kehidupan keluarga yg berfokus pada hal – hal penting dimana anggota keluarga masuk / keluar dari keluarga, jadi mengganggu keseimbangan keluarga
Carter dan McGoldrick (1988, dalam Santrock, 2004) yang jadi acuan para psikolog keluarga berikut ini:
1. Tahap ‘Meninggalkan Rumah dan Menjadi Individu Dewasa Lajang’. Tahap ini tidak selalu terjadi di budaya kita, karena banyak orang dewasa memilih tinggal di rumah orangtuanya. Yang pasti, ketika sudah mulai kuliah, biasanya seseorang jadi jauh lebih mandiri dibandingkan usia sebelumnya. Yang cukup banyak terjadi di budaya kita adalah beberapa individu dewasa yang sudah memiliki penghasilan ikut membayar beberapa pengeluaran di rumah, sementara yang belum punya penghasilan membantu mengurus rumah. Kemandirian ini (mulai melepas pengaruh orangtua) penting lho dalam tahapan hidup berkeluarga. Justru mereka yang masih terlalu tergantung pada orangtuanya di tahap ini (misalnya masih terus mengharap dibayari oleh orangtua) seringkali mengalami masalah dalam kehidupan berkeluarganya kelak.
2. Tahap ‘Pasangan Baru’. Tahap ini terjadi di bulan-bulan pertama pernikahan. Pada tahap ini terjadi beberapa perubahan peran, mulai dari sepasang kekasih menjadi suami dan istri. Dalam budaya kita, kebanyakan orang sudah menyadari bahwa ketika menikah, dia juga harus menyesuaikan diri dengan keluarga besar pasangan. Pada tahap ini biasanya individu yang menikah mengubah beberapa perilakunya sehingga sesuai dengan pasangannya. Contohnya apabila biasanya ia pulang dari kantornya sesukanya, kini mungkin ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat agar bisa segera pulang. Contoh lain adalah mereka yang kemudian jadi punya kebiasaan baru untuk memasak sarapan. Beberapa pertengkaran besar mungkin terjadi pada tahap ini karena baik suami dan istri sedang berusaha menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai suami / istri, juga sebagai menantu, dan bagian baru dari lingkungan pasangan. Berbagai pembelajaran juga terjadi pada saat ini, terutama kalau pasangan bisa bertengkar dengan cara yang baik.
3. Tahap ‘Menjadi Orangtua’. Banyak yang mengatakan bahwa tahap ini terjadi setelah anak lahir. Kenyataannya tahap ini sudah terjadi sejak pasangan menyadari kehamilan sang istri. Bukankah setelah sadar hamil, maka mulai ada beberapa perubahan perilaku, seperti usaha menjaga asupan makanan, istirahat lebih banyak, pemeriksaan kehamilan, juga membeli barang yang akan digunakan untuk anak kelak? Tahap ini terjadi setidaknya sampai anak memasuki masa remajanya. Sampai pada tahap itu idealnya pasangan yang kini menjadi orangtua memiliki visi dan misi yang sejalan dan dapat saling mendukung, karena inilah yang akan membuat anak tumbuh dan berkembang optimal. Kenyataannya banyak pasangan yang justru mengalami pertengkaran terhebatnya pada tahap ini, karena berbagai kelemahan personal dan ketidaksiapannya menjadi orangtua. Pada budaya kita, keluarga besar seringkali punya peran pula dalam tahap ini, dan tantangan ini harus disikapi secara tepat.
4. Tahap ‘Keluarga dengan Remaja’. Ini merupakan salah satu tahap yang paling menantang dalam kehidupan berkeluarga. Anak yang tadinya penurut cenderung jadi remaja tak penurut, dan ini merupakan perkembangan normal. Anak yang sebelumnya sulit diatur, jadi remaja yang jauh lebih sulit diatur. Orangtua yang sudah terbiasa mengatur dengan cara yang telah berhasil pada tahap sebelumnya cenderung mengalami kesulitan, dan tentu saja ini jadi tantangan tersendiri dalam hidup bersama pasangan. Apabila pasangan memang betul-betul siap dan trampil menjadi pasangan dan menjadi orangtua, tantangan besar ini akan lebih mudah dihadapi.
5. Tahap ‘Keluarga dengan Anak Dewasa’, artinya anak yang mereka besarkan saat ini sudah menjadi dewasa mandiri. Anak dari pasangan ini mungkin sudah atau belum menikah, tapi belum punya keturunan. Beberapa pasangan merasa lebih dekat satu sama lain di tahap ini, karena masa-masa mengasuh anak telah mereka lewati bersama. Beberapa pasangan lain justru menjadi asing satu sama lain, terutama mereka yang pada tahap-tahap sebelumnya kurang memahami cara berkomunikasi yang hangat.
6. Tahap ‘Keluarga di Masa Pensiun’. Pensiun mengubah cara hidup keluarga, biasanya karena tanggung jawab untuk bekerja dan penghasilan menjadi sangat berkurang dibandingkan sebelumnya. Selain itu terjadi pula perubahan fisik, beberapa orang mengalami sakit berkepanjangan dan butuh beraneka perawatan. Cucu yang telah dilahirkan anak mereka juga menjadikan pasangan sebagai nenek dan kakek, dan ini membedakan pula kondisi psikologis mereka. Meninggalnya pasangan menjadikan individu sebagai janda / duda, dan ini adalah tantangan tersendiri.
Tahap-tahap ini terjadi pada sebagian besar keluarga. Apabila ada yang terlewat (contohnya tidak mengalami tahap ‘Pasangan Baru’ karena terlanjur hamil sebelum menikah), maka pasangan ini harus bekerja lebih keras untuk membuat pernikahannya bahagia. Dalam tiap tahap pun ada cara-cara yang berbeda untuk mengatasi permasalahan yang dialami. Jika pasangan lebih suka menyalahkan satu sama lain dibandingkan bekerja keras bersama, tentu saja yang didapatkan adalah masalah lebih besar, bukan kebahagiaan.
McGoldrick (1988) memberikan sebuah deskripsi yang amat bagus tentang proses ini dan masalah-masalah psikososial selama masa ini. Banyak pasangan mengalami masalah-masalah penyesuaian seksual, serikali disebabkan oleh ketidaktahuan dan informasi yang salah yang mengakibatkan kekecewaan dan harapan-harapan yang tidak realistis. Malahan, banyak pasangan yang membawa kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi kedalam hubungan mereka, dan hal-hal ini dapat mempengaruhi hubungan seksual secara merugikan. (Goldenberg dan Goldenberg, 1985).

Menurut Carter dan MCGoldrick mengatakan sistem keluarga sekurang-kurangnya tiga generasi :
Ø  Kakek-Nenek
Ø  Ayah-Ibu
Ø  Anak-anak
Refrensi








Tugas Individu Ilmu Budaya Dasar (Ringkasan Materi Kelompok 2)

Pendekatan Kesusastraan

Istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu,manusiawi,berbudaya,dan halus. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat,teologi,seni,dan cabang-cabangnya termasuk sastra,sejarah,cerita rakyat,dsb. Intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Sastra adalah karya,contohnya adalah seperti cerpen,puisi,lukisan,patung,musik,seni peran,dan apa saja yang merupakanhasil dari proses penciptaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai rasa cinta terhadap ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia,seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia.

Budaya yang dihubungkan dengan prosa
prosa merupakan cerita karangan yang dapat diartikan sebagai bentuk cerita atau proses kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa,dan alur yang dihasilkan oleh imajinasi. kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama :
  • Dongeng
  • Hikayat 
  • Sejarah 
Prosa baru :
  • Kisah 
  • Cerpen
  • Novel 
  • Biografi
  • Otobiografi
Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi :
  • Memberikan wawasan
  • Memberikan informasi
  • Memberikan kesenangan
  • Memberikan warisan
Budaya yang dihubungkan dengan Puisi
Puisi merupakan tulisan karya ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam,dan Tuhan melalui media bahasa yang Artistik dan Estetik,yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kreatifitas penyair dalam membangun puisinya yang sebagai berikut :
  • Figura bahasa
  • Kata-kata bermakna ganda
  • Kata-kata berjiwa
  • Kata-kata yang sudah diberi nilai,rasa,dan asosiasi tertentu
Alasan yang mendasari penyajian puisi :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/ kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan/ kesadaran sosial

Rabu, 22 Oktober 2014

Tugas Soft Skill IBD rangkuman kelompok 1 "Manusia dan Kebudayaan"

Manusia dan Kebudayaan

A. Manusia

1.Pengertiam Manusia
    Dalam ilmu biologi manusia sebagai makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia. Di dalam ilmu fisika manusia m Merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling berkaitan satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Di dalam ilmu sosial atau sosiologi manusia sebagai makhluk yang tidak dapat hidup sendiri,dan dalam ilmu filsafat manusia adalah sebagai makhluk berbudaya.

Manusia dari unsur-unsur yang membangunnya :
1. Manusia terdiri dari 4 unsur,yaitu :
    - Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan                     waktu.
    - Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.

    - Ruh    : daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta                    yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
    - Nafs   : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.


2. Manusia sebagai kepribadian,ada 3 unsur yaitu :
    - Id : naluri makhluk hidup dalam rangka mempertahankan eksistensinya di muka bumi.                               Bertahan hidup dalam arti yang luas, yang  pada dasarnya merupakan segala aspek yang kita               lihat di bumi ini. Id pada manusia termasuk naluri untuk berkembang biak, mempertahankan                diri dari ancaman, naluri untuk bebas dari rasa lapar dan haus seperti halnya makhluk lain.
    - Ego : Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua                     tahun.
    - Superego : Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat                              tahun.

2. Hakekat Manusia
  
    1. Makhluk Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
        Jika manusia  meninggal tubuhnya akan hancur dan lenyap,jiwa yang terdapat dalam tubuh tidak         bisa dilihat,diraba,dan sifatnya abstrak.

    2. Makhluk Tuhan  yang paling sempurna,jika dibandingkan dengan makhluk lain.
        Kesempurnaannya terletak pada akal dan adabnya,manusia memiliki dan dilengkapi akal,
        perasaan,dan kehendak di dalam jiwanya.
    
     3. Makhluk bio kultural atau Makhluk hayati dan Budayawi
         Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan,kekerabatan,
         psikologi sosial ekonomi,bahasa,dsb..

     4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi),mempunyai kualitas dan 
         martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

B. Kebudayaan

 1. Kepribadian Bangsa Timur
     Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam,                berkulit sawo matang, dan ada pula yang berkulit putih,bermata sipit. Bangsa timur sangat                  terbuka dan toleran terhadap bangsa lain. Kebudayaan asing yang mudah di terima adalah unsur          kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai, contohnya adalah Handphone                dan Komputer.

Unsur Kebudayaan Asing yang Sulit diterima :
  • Yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,falsafah,dan lainnya..
  • Yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
  • Yang terkena proses akulturasi.

Faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru,yaitu :

1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan yang berasal dari           luar.
2. Apabila unsur yang baru memiliki skala kegiatan yang terbatas.
3. Corak stuktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.

2. Pengertian Kebudayaan
    Merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik       jasmani maupun rohani.

Pokok-pokok yang terkandung dalam kebudayaan diantaranya : kebudayaan sangat beragam,didapat dan diteruskan melalui pelajaran.

3. Unsur-unsur Kebudayaan
  • Sistem Bahasa
  • Sistem Pengetahuan
  • Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
  • Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
  • Sistem Ekonomi atau Mata Pencaharian
  • Sistem Religi
  • Sistem Kesenian

4. Wujud Kebudayaan
    Ada 2 wujud kebudayaan,yaitu pertama kebudayaan bendaniah (material) yang dapat dilihat,diraba, dan dirasa sehingga lebih mudah di pahami. Kedua adalah kebudayaan rohaniah (spiritual) yang hanya dapat dirasa saja,oleh karena itu bersifat abstrak dan lebih sulit untuk dipahami.

5. Orientasi Nilai Budaya
    C.Klukhohn dalam karyanya Variations In Value Orientation (1961) terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :

1. Hakekat Hidup Manusia ( MH)
2. Hakekat Karya Manusia (MK)
3. Hakekat Waktu Manusia (WM)
4. Hakekat Alam Manusia (AM)
5. Hakekat Hubungan Manusia (HM)

6. Perubahan Kebudayaan
    Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah,ada 2 sebab perubahan :

1. Sebab yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya sendiri,Misalnya : jumlah dan posisi
2. Adanya difusi kebudayaan,penemuan-penemuan baru, teknologi dan inovasi.

C. Kaitan Manusia Dengan Kebudayaan
    Manusia dan kebudayaan adalah salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan,hubungan antara manusia dengan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia, contohnya hubungan manusia dengan kebudayaan

1. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
2. Kebudayaan khusus atas dasar agama
3. Kebudayaan berdasarkan profesi

Kamis, 16 Oktober 2014