Kamis, 23 Maret 2017

Tugas Psikoterapi Ke-1

Anggota Kelompok : 3PA17

Citra Siti Aisyah         (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah            (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)

SEJARAH KATA PSYCHE

Dunia” kita dinamakan psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Psyche, yang berarti jiwa dalam bahasa Yunani dan Latin. Psyche adalah putri bungsu seorang maharaja. Kecantikan lahir batinnya membuat banyak manusia dari segenap penjuru dunia rela menempuh perjalanan panjang sekedar untuk mencuri pandang dan mengaguminya. Venus selaku dewi kecantikan pun iri padanya karena pemujian manusia terhadap Psyche melalaikan mereka dari pemujaan terhadap Venus. Venus kemudian meminta anaknya, Cupid sang dewa cinta, untuk membuat Psyche terjatuh cintanya pada mahluk paling menjijikkan di dunia.

Psyche ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe sebagai dewi kecantikan. Meskipun Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psyche. Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia malah terpesona sampai tidak sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan perintah Afrodit.

Setelah beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya suatu keganjilan, kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun yang mau melamarnya. Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psyche cemas dan pergi ke orakel untuk meminta nasehat. Psyche dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Psyche meninggalkan tempat tinggalnya. Semua orang merasa sedih melepas kepergian Psyche, karena entah disebabkan oleh kecantikan fisiknya atau juga kebaikan hatinya, Psyche berhasil menjadi wanita yang dicintai oleh masyarakat sekitarnya.

Psyche berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil memberanikan diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia menitikkan air mata. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari gunung itu menuju seuatu tempat. Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal Psyche dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi kebutuhan Psyche. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya. Di malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. tiba-tiba Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus dan ramah.
"Apa ini monster yang dibilang orakel?" pikir Psyche ragu.
Psyche dan Cupid lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat gelap gulita. Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari. Namun dengan sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau melihat wujudku, maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."

Pada suatu hari, Psyche rindu akan keluarganya, kakak-kakaknya. Jadi dia meminta agar kakak-kakaknya dibawa ke istana tempatnya tinggal. Lalu Zephyrus menjemput kakak-kakak Psyche. Ternyata kakak Psyche iri akan kebahagiaan adiknya itu dan Aphrodite menjadikan itu senjatanya untuk menghancurkan pernikahan Eros dan Psyche. Aphrodite membuat kakak-kakak Psyche untuk membujuk Psyche agar melihat sosok suaminya. Alhasil, pada suatu malam, Psyche, dengan semua rasa penasarannya, mengambil lampu minyak juga pisau (untuk jaga-jaga kalau ternyata Eros adalah raksasa menakutkan, seperti yang dikatakan kakak-kakaknya) dan menerangi sosok suaminya yang sedang tidur di sofa. Psyche terpana melihat tampannya suaminya, tapi minyak lampu yang dipegangnya menetes ke bahu Eros dan Eros terbangun. Melihah pisau yang dipegang Psyche, Eros mengembangkan sayapnya dan pergi. Tinggallah Psyche dengan rasa menyesalnya. Psyche memohon kepada Aphrodite agar dipertemukan kembali dengan Eros. sedangkan si Venus Aphrodite melihatnya sebagai kesempatan untuk melenyapkan Psyche. Karena dia tidak rela ada mahluk fana yang menyaingi kecantikannya. Lalu Venus memberikan sebuah tugas sulit pada Psyche, yaitu untuk mengambilkan kotak berisi semua pesona keindahan dari Parsephone di underworld (neraka) yang merupakan daerah kekuasaan Hades itu. Malam itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.Ketika cahaya lentera menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa yang selama ini bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun makin mencintai Cupid.Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja menumpahkan minyak dari lenteranya ke badan Cupid.

Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya. Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psikhe pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari keberadaan suaminya.Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.

Psikhe terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu terdapat banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan. Sambil bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak lagi berantakan.Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara padanya, "Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau mencari Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan, dan berdoa memohon maaf." Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari Demeter, maka ia segera menuju Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal dengan Psikhe menemuinya. Gadis itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang dewi berkata bahwa untuk menebus dosanya, ia harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Psikhe pun setuju.

Sebagai tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi biji-bijiann yang terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir. Dengan putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba datanglah sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan semut-semut, tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum pagi. Afrodit yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas berikutnya adalah Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai. Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok nimfa yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati domba domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah pohon itu."
Psyche mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para nimfa dan pergi mengamati para domba emas.Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol emas mereka tersangkut di batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh. Psikhe pun tinggal mengambil wol-wol itu dari sana. Semakin Psikhe berhasil, semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh Afrodit. Psyche harus mengambil air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira kali ini dia akan mati, namun tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang mengambilkan air itu untuknya. Afrodit jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya.”

Psyche bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup. Psyche berpikir tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan berniat bunuh diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah berbicara pada Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya. Setelah mendapat petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti jalan yang diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana. Ketika sampai di istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah mendapat kotak itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psikhe berhasil sampai di dunia atas.

Namun sekali lagi Psyche merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit kecantikan dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang kalau dia menjadi lebih cantik. Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka kotak itu. Begitu Psyche membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak itu dan membuat Psyche tertidur abadi. Sementara luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche bahkan Cupid kini sangat merindukan istrinya itu. Cupid mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.


Dewi Psyche Dikatakan Sebagai Jiwa

            Psikologi  dari perkataan psyche  dari bahasa Yunani kuno yang artinya nafas atau jiwa, logi darai kata  logos artinya ilmu. Jadi psikologi artinya ilmu jiwa. Uraian kata semacam ini disebut uraian etimologis. Didalam cerita Yunani ada dua perawan kakak beradik, keduanya sama-sama cantiki rupanya, terlebih-lebih yang mudah. Sutu ketika gadis yang mudah tampak lain keadaannya daripada biasanya. Mukanya berseri-seri, riang gemibira, ceria. Hal ini menimbulkan keheranan kakaknya. Menagap adiku berbeda benar dengan biasany ? Ternyata kelainan kelakuan adiknya karena adiknya berhubungan dengan seorang Dewa bernama Eros. Gadis muda tadi bernama Psyche. Dewa Eros melihat kecantikan Psyche lalu jatuh cinta.  Tetapi bagaiman mungkin seorang Dewa dapat kawin dengan manusia biasa? itulah sebabnya dia akan menyamar. Pada suatu malam Psyche sedang di taman bunga. Dalam taman bunga itu terhamburlah bau semerbak, inilah yang menyebabkan  perubahan kelakuan Psyche dengan tana bau harum semerbak itulah Psyche mengenal Dewa Eros yang pada permulaan sekali tealh diberitahukan kepada Psyche pada kebiasaannya, setelah bau semerbak itu tercium datangla Dewa Eros berwujud seorang pemuda yang sangat tampan. Tetapi malang, pada malam itu bau harum sudah ada, namun Dewa Eros tidak tampak, maka hati Psyche menjadi gelisah. Lalu berusaha mencari asal mula bau harum itu, tetapi eros selalu menghindarinya, akhirnya tertumbuklan Eros pada sebuah lampu, dan lampupun padam serta minyaknya menumpai Psyche. Dalam keadaan gelap Psyche jatuh pingsan lalu meninggal.
Eros melihat kejadian itu, amat sedih karena  Psyche  tak bernafas lagi. Karena sedih dan cintanya kepada Psyche, maka dihembuslah nafas Eros pada hidung Psyche, yang kemudian bernafas lagi dan hidup. Seterusnya Psyce dan Eros naik ke Surga bersama-sama menjadi Dewa dan Dewi  yaitu Dewa eros dan dewi Psyche.
Jadi Psyche pada mulanya berarti nafas. Pada orang  yang meninggal, tidak mempunyai nafas lagi. Karena nafas sebagai tanda hidup manusia, maka nafas lalu diartikan jiwa. Apa yang menyebabkan hidup oleh bangsa Yunani disebutkan Anima  yang artinya jiwa. Lama kelamaan nafas yang semula sebagai tanda kematian, karean tidak bernafas, kemudian nafas berarti jiwa (disamakan dengan jiwa). Sekarang terjadilah istilah psikologi yang asal-usul katanya dari dewi Psyche dalam ceritera Yunani kuno tadi. Dalam bahas inggris kata Psikologi adalah Psychology. Dalam bahas indonesia padanannya adalah ilmu jiwa, ilmu kerohanian (meliputi filsafat) atau secara umum Psikologi.