Sabtu, 09 Desember 2017

Jumat, 03 November 2017

Rabu, 04 Oktober 2017

Jumat, 30 Juni 2017

Tugas Psikoterapi Ke-4 Review Film

Anggota Kelompok : 3PA17

Citra Siti Aisyah          (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah             (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)



Review Film Anger Management

Sinopsis
            Dave Buznik adalah seorang asisten eksekutif yang pemalu, namun setelah sebuah kesalahpahaman kecil yang terjadi di pesawat memicu emosinya sehingga tak terkendalikan, maka Dave diharuskan oleh pengadilan agar mengikuti sebuah terapi untuk mengontrol kemarahan yang ditangani oleh spesialis Dr.Buddy Rydell. Film ini diawali dengan masa kecil Dave yang sangat pemalu dan sedang ditantang oleh seorang gadis yang disukai oleh Dave untuk mencium gadis tersebut di depan teman-temannya. Namun saat Dave hendak menerima tantangan itu, seorang temannya bernama Arnie mempermainkan Dave dan mempermalukannya sehingga Dave menjadi bahan lelucon bagi teman-temannya. Dave tidak bisa merasa marah oleh apa yang telah dilakukan Arnie terhadap dirinya, Dave hanya diam dan mengalah. Lambat laun dan seiring berjalannya waktu, sifat Dave tidak dapat berubah dan itu menjadi sebuah trauma dan tekanan batin.Hingga Dave dewasa dan tinggal di New York, trauma itu telah mengakar kuat pada pribadinya.
Film ini juga menceritakan bagaimana hubungan Dave dengan atasannya Frank yang bersikap sangat kasar padanya, serta hubungan Dave dengan Andre (sahabat Linda) yang sangat tidak harmonis.Dave bekerja sebagai seorang sekretaris dan memiliki seorang atasan yang sangat kasar bernama Frank. Frank bersikap sewenang-wenang terhadap Dave, bahkan Frank mengambil kredit untuk karya yang telah dikerjakan oleh Dave. Namun apalah daya seorang Dave yang tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya itu.Hingga sampai suatu ketika Linda (kekasih Dave) mempunyai rencana untuk memasukkan Dave ke dalam kelompok pengendalian emosi yang diketuai oleh Dr.Buddy tanpa sepengetahuan Dave.Linda dan Dr.Buddy membuat rrencana sedemikian rupa sehingga Dave masuk ke dalam permainanyang telah mereka rencamakan.
            Rencana tersebut diawali saat penerbangan pertemuan bisnis, Dave secara tidak sengaja duduk dengan seseorang bernama Buddy Rydell . Buddy mengganggu Dave dengan cara menonton film komedi dan tertawa terlalu kencang sehingga membuat tidur Dave terganggu. Buddy mengajak Dave menonton bersama kemudian, Dave meminta headset kepada pramugari, namun mereka tidak menghiraukan permintaan Dave dan itu membuat Dave sangat marah hingga berteriak kepada pramugari tersebut. Oleh karena hal itu, Dave dibawa ke pengadilan dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus mengikuti kelas pengendalian emosi dokter Buddy. Pada sesi terapi pertama, dave bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam masalah mental mereka .Dave menyelesaikan sesi terapi pertama dengan sangat buruk, sehingga dokter Buddy memutuskan bahwa Dave harus mengikuti sesi terapi dua pertemuan penuh kedepannya.Akan tetapi, Dave melakukan tindakan agresi secara tidak sengaja terhadap pelayan bar karena ajakan temannya yang sedang disulut kemarahan.Masalah itupun berujung pada pengadilan, dan pengadilan memutuskan bahwa Dave harus dihukum ke penjara negara. Sesaat setelah pengadilan menjatuhkan hukuman, dokter Buddy masuk ke dalam ruang pengadilan dan langsung berbisik menghampiri hakim dan kemudian hakim membatalkan hukuman penjara untuk Dave akan tetapi Dave harus mengikuti terapi berasama dokter Buddy.
Sebagai tahapan terapi untuk Dave, dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan secara personal, sehingga dokter Buddy memaksakan diri untuk tinggal serumah dengan Dave.Banyak sekali kejadian konyol saat mereka tinggal bersama dalam satu rumah. Dokter Buddy juga mengikuti Dave saat bekerja dikantornya, dimana dokter Buddy menghina Frank dan juga Andre. Suatu hari Dave mendapatkan panggilan untuk dokter Buddy, Dave diminta untuk menyampaikan bahwa ibu dari dokter Buddy akan dioperasi kecil di Boston. Dokter Buddy oun mengajak Dave untuk menemaninya menjenguk sang ibu. Pada saat di Boston, Dave bertemu dengan seorang wanita cantik dan dokter Buddy menantang Dave untuk mendekati wanita itu dengan taruhan bahwa Dave akan terbebas dari program pengendalian emosi. Dave pun menerima tantangan itu dan dia berhasil pergi dengan wanita itu bahkan sampai tiba di rumah sang wanita tersebut. Wanita tersebut berusaha untuk menggoda Dave, namun Dave tetap setia pada kekasihnya, Linda.Sepulangnya dari Boston, dokter Buddy memutar mobil menuju kuil Buddha untuk menemui Arnie dan membalaskan dendam yang telah dilakukannya saat Dave masih kecil.Disana dokter Buddy memprovokasi Dave sehingga timbul perkelahian antara mereka.Akhirnya Dave pun berhasil membalasakan dendam masa kecilnya.
            Setelah pembalasan dendam tersebut, mereka kembali ke New York dengan rasa bebas.Namun, sesampainya di New York, Linda memutuskan hubungannya dengan Dave dan berpaling pada dokter Buddy.Pada saat mengetahui hal itu, Dave hancur dan menciba untuk menguatkan diri.Akan tetapi hubungan Linda dan dokter Buddy hanyalah salah satu bagian dari rencana mereka. Suatu hari Linda dan dokter Buddy pergi ke sebuah acara pertandingan YankessI dan disana Dave menduga kalau dokter Buddy akan mencuri ide lamaran yang telah dirancangnya untuk Linda. Dave pun marah dan pergi ke lapangan Yankess untuk mencari Linda dan mengatakan bahwa dia mencintai Linda dan tidak ingin Linda menikah dengan dokter Buddy. Usaha Dave pun berhasil, ia menemukan Linda dna menyatakan perasaannya, agar dapat menrima pernyataan cinta Dave tersebut. Linda mengajukan syarat bahwa Dave harus mencium Linda dihadapan para penonton Yankess.Dave pun melakukan hal itu, dan sekaligus Dave dinyatakan lulus oleh dokter Buddy dari terapi pengendalian emosi yang dipimpinnya. Film ini berakhir dengan perayaan kelulusan Dave dari terapi pengendalian emosi yang dirayakan di taman.

Identifikasi Masalah:
Dave selalu merasa rendah diri dan tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah bertindak seenaknya pada Dace. Dave merasa marah kepada dirinya sendiri karena membiarkan orang lain memperolok dirinya. Sehingga, Linda membuat rencana untuk Dave agar Dave dapat mengelola emosinya. Linda meminta bantuan kepada Dr. Buddy selaku terapis masalah pengendalian emosi untuk memasukkan Dave ke dalam kelas pengendalian emosi tersebut dengan cara yang tidak biasa dan tanpa sepengetahuan Dave. Dave terpaksa mengikuti kelas pengendalian emosi Dr. Buddy dan merasa bahwa Dr. Buddy adalah terapis yang tidak waras.Dr. Buddy selalu melakukan hal yang membuat Dave merasa kesal dan marah sehingga perlahan Dave bisa mengeluarkan emosi amarahnya dengan baik hingga berhasil dinyatakan sembuh atau lulus dari kelas pengendalian emosi Dr. Buddy.

Analisi Kritis:
            Didalam film ini dokter Buddy menggunakan terapi pendekatan karena dokter Buddy menganggap terapi tersebut adalah terapi yang cocok untuk Dave.Agar dapat melakukan pengamatan terhadap Dave, dokter Buddy memaksa untuk tinggal di rumah Dave selama 30 hari.Tetapi sebenarnya tidak hanya terapi pendekatan saja yang dapat dilakukan untuk kasus seperti Dave, banyak sekali terapi ataupun teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk menangani masalah anger management.Terapi pendekatan yang dilakukan oleh dokter Buddy ini hampir sama dengan terapi kognitif karena Dave diajak untuk mengkaji ulang pikiran marah yang muncul, menemukan distorsi kognitif yang ada dalam setiap pikiran marah, lalu berusaha untuk membuat tanggapan rasional. Teknik ini berupa pencatatan harian pemikiran disfungsional, namun dalam film inidokter Buddy menggunakan tape recorder untuk merekam semua pemikiran disfungsional Dave.
            Sedangkan untuk menangani pengendalian emosi dari teman-teman Dave yang lain Dr.Buddy menggunakan teknik-teknik yang diungkapkan oleh Hershom dalam bukunya, yakni C.A.R.E. Pada teknik pertama, yaitu  Commitment to Change, mereka diminta untuk membuat komitmen dalam mengelola emosi marah. Teknik ini sangatlah penting karena untuk mengubah perilaku seseorang khususnya dalam mengelola emosi marah dibutuhkan adanya komitmen yang kuat dari dirinya sendiri untuk mau berubah.Teknik kedua.Yaitu Awareness of Youth Early Warning Signs berguna untuk mengenali tanda-tanda peringatan awal kemarahan.Apabila mengenali tanda-tanda awal kemarahan terlebih dahulu, mereka dapat semakin peka mengenali emosi marah ketika perasaan marah itu muncul.Kemampuan dalam mengenali emosi marah dapat membantu untuk memahami perasaannya sehingga tidak dikuasai oleh amarah.Teknik yang ketiga, yaitu Exercising Self Control with Time Outs.Teknik ini juga sangat penting karena dapat membantu untuk menenangkan diri atau meredakan amarah.Seperti kata-kata yang diajarkan oleh Dr.Buddy setiap mereka merasa marah, Dr. Buddy membimbing mereka untuk mengucapkan “ghoss praba”.Teknik yang keempat, yaitu Relaxation.Teknik ini berguna untuk meredakan amarah seseorang yang sedang mengalami emosi.Relaksasi dapat dilakukan dengan self hypnosis maupun dengan cara-cara yang lain, misalnya main game, pergi jalan-jalan atau berdiam diri untuk sementara waktu.


Kesimpulan:
            Dave mengalami krisis rendah diri yang berakibat dia tidak dapat mengungkapkan rasa marahnya kepada orang yang telah berlaku buruk padanya.Yang mana krisis rendah diri tersebut adalah akibat dari perilaku teman Dave semasa kecilnya sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi Dave.
            Dr. Buddy menggunakan terapi  pendekatan sebagai salah satu terapi dari cabang humanistik yang dapat dilakukan dengan pendekatan secara personal kepada subjek terapi.

            Selain dengan menggunakan terapi pendekatan ada juga terapi lain yang dapat digunakan atau dilakukan untuk menangani masalah emosi seperti yang dialami oleh Dave. Terapi itu antara lain C.A.R.E, assertivity, dan cognitive therapy.

Sabtu, 27 Mei 2017

Tugas Psikoterapi Ke-3

Anggota Kelompok : 3PA17


Citra Siti Aisyah          (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah             (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)


LOGOTERAPI VIKTOR FRANKL

     A. Viktor Frankl
Pencetus logoterapi adalah Viktor Frankl, istilah logoterapi itu sendiri berasak dari dua kata, yakni logos dan terapi (therapy) , yakni suatu terapi yang berani menembus dimensi spiritual dari keberadaan manusia. Ketika Perang Dunia ke II pecah tahun1942, Frankl bersama istri dan orangtuanya termasuk salah satu dari ribuan warga Yahudi yang ditahan oleh tentara Nazi, dan dimasukan ke dalam kamp konsentrasi.

B. Awal Munculnya Gangguan
Di dalam Kamp-konsentrasi itulah Frankl menyaksikan para tahanan disiksa, di teror, dan di bunuh secara kejam. Ia sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa. Walaupun demikian, di dalam keterbatasannya sebagai manusia, Frankl berusaha turut meringankan penderitaan sesama tahanan, baik secara medis maupun secara psikologis. Frankl membesarkan hati mereka yang putus asa dan membantu menunjukkan hikmat dan arti hidup, walaupun mereka dalam keadaan menderita. Di dalam pengamatan Frankl melihat bahwa dalam keadaan yang mencekam dan sarat dengan penderitaan, ada sebagian tahanan yang tepat menunjukkan sikap tabah, bertahan, dan bahkan berusaha membantu sesama tahanan. Namun, di lain pihak, sebagian besar tahanan mengalami putus asa, apatis dan kehilangan semangat hidup; tidak jarang mereka melakukan bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaan.

C. Prinsip dan Konsep Dasar
Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis menekankanpentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan kemudian setelah menemukan mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi.
Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasanberkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup. Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti makna atau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi” berasal dari bahasa Inggris therapy yang artinya penggunaan teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi suatu penyakit. Jadi, kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna hidup.

D. Tujuan Logoterapi
Tujuan logoterapi menyangkut beberapa hal. Terapis pertama-tama harus memperlebar dan meperluas medan visual dari pasien sehingga seluruh spectrum makna dan nilai-nilai disadari  dan kelihatan olehnya. Dengan demikian, usaha pasien untuk berpusat pada dirinya sendiri dipecahkan karena ia dikonfrontasikan dengan dan diarahkan kepada makna hidupnya. Pemenuhan diri sendiri hanya bisa tercapai sejauh manusia telah memenuhi makna konkret dari eberadaan pribadinya

E. Langkah-Langkah Dalam Proses Terapi
Terdapat 4 langkah dalam proses logoterapi antara lain :
1.      Menghadapi situasi itu
2.      Kesadaran akan simtom
3.      Mencari penyebab
4.      Menemukan hubungan antara penybab dan simtom

Menghadapi Situasi Itu
Diagnosis yang tepat merupakan langkah pertama dalam terapi dan merupakan sesuatu yang penting. Seluruh gangguan fisik pasien merupakan faktor-faktor fisik, psikologis, dan spiritual. Tidak ada neurosis somatogenik, psikogenik, noogenik saja.. tujuan diagnosis adalah menentukan sifat dari setiap faktor dan mengindentifikasi faktor manakah yang dominan. Apabila faktor fisik yang dominan, maka kondisi itu disebut psikosis,dan apabila faktor psikologis yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis. Sebaliknya, apabila faktor spiritual yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis noogenik.

Kesadaran akan Simtom.
Dalam menangani reaksi-reaksi neurosis psikogenik, logoterapi diarahkan bukan pada simtom-simtom dan bukan juga pada penyebab psikis, melainkan sikap pasien terhadap simtom-simtom tersebut. Dalam mengubah sikap pasien terhadap simtom-simtom itu, logoterapi benar-benar merupakan suatu terapi yang personalistik.

Mencari Penyebab
logoterapi adalah suatu terapi khusus bagi frustasi eksistensial (kehampaan eksistensial) atau frustasi terhadap keinginan akan makna. Kondisi-kondisi ini jika menghasilkan simtom-simtom neurotic, maka disebut neurosis noogenik.
Logoterapi berurusan dengan penyadaran manusia terhadap tanggung jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan manusia. Tanggung jawab berarti kewajiban, dan kewajiban tersebut hanya dapat dipahami dalam kaitanya dengan makna, yakni makna hidup manusia. Jadi, logoterapi berkenaan dengan mana dalam berbagai aspek dan bidang-bidangnya. Makna keberadaan itu dapat berupa makna hidup dan mati.

Menemukan Hubungan antara Penyebab dan Simtom
Neurosis kecemasan dan keadaan fobia ditandai oleh kecemasan antisipatori yang menimbulkan kondisi yang ditakuti pasien. Terjadinya kondisi tersebut kemudian memperkuat kecemasan antisipatori yang mengakibatkan lingkaran setan sehingga pasien menghindar atau menarik diri dari situasi-situasi tersebut, dimana ia merasakan bahwa kecemasanya akan terjadi. Dalam kasus-kasus yang menyangkut kecemasan antisipatori, teknik logoterapi yang disebut intense paradoksikal (paradoxical intention) sangat berguna.

F. Teknik Logoterapi
Dijelaskan dalam Semiun (2006) teknik-teknik logoterapi terdiri atas intensi paradoksikal, Derefleksi dan Bimbingan Rohani.

1. Intensi Paradoksikal
Teknik intensi paradoksikal adalah teknik dimana klien diajak melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang dialami. Jadi klien diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan menghindarinya atau melawannya. Teknik ini pada dasarnya bertujuan lebih daripada perubahan pola-pola tingkah laku. Lebih baik dikatakan suatu reorientasi eksistensial. Menurut logoterapi disebut antagonisme psikonoetik yang mengacu pada kapasitas manusia untuk melepaskan atau memisahkan dirinya tidak hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya sendiri.

2). Derefleksi
Frankl (dalam Semiun, 2006) percaya, bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut, klien diberi kemungkinan untuk mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian pada sesuatu yang terlepas dari dirinya.

3). Bimbingan Rohani
Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.

Sumber :
     https://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/

Senin, 01 Mei 2017

Tugas Psikoterapi Ke-2

Mengapa Psikoterapi dalam Psikoanalisis Menganalisis Psikopatologi Berdasarkan Perkembangan Psikoseksual?

Anggota Kelompok : 3PA17

Citra Siti Aisyah         (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah            (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)


Pembahasan psikoanalisis dan psikoseksual saling berkaitan dan kedua teori tersebut dikaji oleh Sigmund Freud. Fokus keduanya adalah alam bawah sadar. Menurut Freud, alam bawah sadar mengambil peran penting dalam penyusunan struktur kepribadian seseorang. Sigmund Freud mengemukakan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Topografi atau peta kesadaran ini dipakai untuk mendiskripsi unsur cermati (awareness) dalan setiap event mental seperti berfikir dan berfantasi. Sampai dengan tahun 1920an, teori tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur kesadaran itu. Baru pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego, dan superego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi/menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi atau tujuannya.

Paradigma psikoanalisis bisa dikaitkan paling populer dalam bidang psikopatologi dan terapi. Sigmund Freud yang diangap sebagai bapak psikoanalisa membagi jiwa kedalam tiga bagian prinsipil, yaitu: id, ego, dan superego.
1.  Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal. Bekerja dengan menganut prinsip kesenangan (pleasure principle). Contohnya adalah ketika seseorang lapar maka ia akan membayangkan makanan.
2.     Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pengontrol jalannya id dengan superego (penengah antara id dan superego) atau pelaksanaan dari Id. Menganut prinsip realitas (reality priciple). Contohnya adalah orang yang merasa lapar maka akan pergi mencari makan.
3.   Super Ego adalah bagian moral dari kepribadian manusia. Merupakan filter dari sensor baik-buruk, salah-benar, boleh-tidak dari sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego. Contohnya adalah orang yang lapar tetapi ia sedang berada di kelas mengikuti perkuliahan dia tidak bisa menahan laparnya dan keluar dari kelas tanpa meminta izin pada dosen atau memilih menunggu jam perkuliahan selesai baru pergi ke kantin untuk makan. Maka superego berperan penting pada saat itu.
Selain itu, Freud juga membagi tahapan perkembangan kepribadian menjadi enam bagian. Tahapan ini biasa disebut dengan tahapan perkembangan Psikoseksual. Dan tahapan ini berkaitan erat dengan tiga prinsip kesenangan yang telah dijelaskan diatas, karena sama-sama membahas tentang kesenangan atau kenikmatan. Ke enam fase perkembangan Psikoseksual adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 1982 : 172-173).
1.  Fase oral (oral stage ): 0 sampai kira-kira 18 bulan Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan adalah mulut.
2.     Fase anal (anal stage) : kira-kira usia 18 bulan sampai 3 tahun. Pada fase ini bagian tubuh yang sensitif adalah anus.
3.     Fase falis (phallic stage) : kira-kira usia 3 sampai 6 tahun. Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis adalah alat kelamin.
4.  Fase laten (latency stage) : kira-kira usia 6 sampai pubertas Pada fase ini dorongan seks cenderung bersifat laten atau tertekan.
5.     Fase genital (genital stage) :  terjadi sejak individu memasuki pubertas dan selanjutnya. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi
Dari penjabaran diatas, Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang komulatif, sehingga gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa. Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis yaitu, histeria, fobia, obsesi- kompulsi, depresi, dan ketagihan obat (Alwisol, 2005 : 45).
a.   Histeria
Histeria merupakan gangguan fisik, misalnya lumpuh, tuli, buta, dst. Yang penyebabnya bukan factor jasmaniah tetapi factor kejiwaan. Menurut Freud hysteria merupakan transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.
b.   Fobia
Fobia adalah ketakutan yang tidak realistis. Freud memandang gangguan ini sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa berupa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual maupun kecemasan akibat peristiwa traumatis.
c.   Obsesi-kompulsi
Obsesi adalah ide tertentu yang selalu melekast pada diri seseorang sedangkan kompulasi adalah dorongan (bersifat paksaan dari dalam) untuk melakukan tindakan tertentu, yang sebenarnya tidak perlu, secara berulang-ulang .
d.   Depresi
Depresi merupakan gangguan jiwa dengan gejala-gejala perasaan tidak mampu, tidak berguna dan berharga. Menurut Freud, depresi berakar pada kehilangan cinta berkenaan dengan oedipus complex, sehingga dia marah pada diri sendiri
e.   Ketergantungan pada alcohol dan obat-obatan
Menurut Freud ketergantungan seseorang pada alkohol maupun obat-obatan dilator belakangi oleh instink kematian (thanatos) yang ada pada orang yang bersangkutan.
Kesimpulannya, bahwa masalah psikopatologis sendiri dapat di analisis berdasarkan perkembangan psikoseksual seseorang. Karena psikopatologi dianggap sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Dan psikoseksual berkaitan erat dengan ketiga prinsipil yang saling berhubungan (id, ego, dan superego) yang di bahas di dalam psikoanalisa.

DAFTAR PUSTAKA

Kamis, 23 Maret 2017

Tugas Psikoterapi Ke-1

Anggota Kelompok : 3PA17

Citra Siti Aisyah         (12514445)
Indah Puji Lestari       (15514273)
Nabilah Afifah            (17514710)
Yohana Yayang Citra  (1C514436)

SEJARAH KATA PSYCHE

Dunia” kita dinamakan psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Psyche, yang berarti jiwa dalam bahasa Yunani dan Latin. Psyche adalah putri bungsu seorang maharaja. Kecantikan lahir batinnya membuat banyak manusia dari segenap penjuru dunia rela menempuh perjalanan panjang sekedar untuk mencuri pandang dan mengaguminya. Venus selaku dewi kecantikan pun iri padanya karena pemujian manusia terhadap Psyche melalaikan mereka dari pemujaan terhadap Venus. Venus kemudian meminta anaknya, Cupid sang dewa cinta, untuk membuat Psyche terjatuh cintanya pada mahluk paling menjijikkan di dunia.

Psyche ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe sebagai dewi kecantikan. Meskipun Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psyche. Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia malah terpesona sampai tidak sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan perintah Afrodit.

Setelah beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya suatu keganjilan, kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun yang mau melamarnya. Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psyche cemas dan pergi ke orakel untuk meminta nasehat. Psyche dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Psyche meninggalkan tempat tinggalnya. Semua orang merasa sedih melepas kepergian Psyche, karena entah disebabkan oleh kecantikan fisiknya atau juga kebaikan hatinya, Psyche berhasil menjadi wanita yang dicintai oleh masyarakat sekitarnya.

Psyche berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil memberanikan diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia menitikkan air mata. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari gunung itu menuju seuatu tempat. Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal Psyche dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi kebutuhan Psyche. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya. Di malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. tiba-tiba Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus dan ramah.
"Apa ini monster yang dibilang orakel?" pikir Psyche ragu.
Psyche dan Cupid lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat gelap gulita. Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari. Namun dengan sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau melihat wujudku, maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."

Pada suatu hari, Psyche rindu akan keluarganya, kakak-kakaknya. Jadi dia meminta agar kakak-kakaknya dibawa ke istana tempatnya tinggal. Lalu Zephyrus menjemput kakak-kakak Psyche. Ternyata kakak Psyche iri akan kebahagiaan adiknya itu dan Aphrodite menjadikan itu senjatanya untuk menghancurkan pernikahan Eros dan Psyche. Aphrodite membuat kakak-kakak Psyche untuk membujuk Psyche agar melihat sosok suaminya. Alhasil, pada suatu malam, Psyche, dengan semua rasa penasarannya, mengambil lampu minyak juga pisau (untuk jaga-jaga kalau ternyata Eros adalah raksasa menakutkan, seperti yang dikatakan kakak-kakaknya) dan menerangi sosok suaminya yang sedang tidur di sofa. Psyche terpana melihat tampannya suaminya, tapi minyak lampu yang dipegangnya menetes ke bahu Eros dan Eros terbangun. Melihah pisau yang dipegang Psyche, Eros mengembangkan sayapnya dan pergi. Tinggallah Psyche dengan rasa menyesalnya. Psyche memohon kepada Aphrodite agar dipertemukan kembali dengan Eros. sedangkan si Venus Aphrodite melihatnya sebagai kesempatan untuk melenyapkan Psyche. Karena dia tidak rela ada mahluk fana yang menyaingi kecantikannya. Lalu Venus memberikan sebuah tugas sulit pada Psyche, yaitu untuk mengambilkan kotak berisi semua pesona keindahan dari Parsephone di underworld (neraka) yang merupakan daerah kekuasaan Hades itu. Malam itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.Ketika cahaya lentera menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa yang selama ini bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun makin mencintai Cupid.Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja menumpahkan minyak dari lenteranya ke badan Cupid.

Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya. Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psikhe pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari keberadaan suaminya.Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.

Psikhe terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu terdapat banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan. Sambil bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak lagi berantakan.Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara padanya, "Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau mencari Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan, dan berdoa memohon maaf." Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari Demeter, maka ia segera menuju Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal dengan Psikhe menemuinya. Gadis itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang dewi berkata bahwa untuk menebus dosanya, ia harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Psikhe pun setuju.

Sebagai tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi biji-bijiann yang terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir. Dengan putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba datanglah sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan semut-semut, tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum pagi. Afrodit yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas berikutnya adalah Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai. Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok nimfa yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati domba domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah pohon itu."
Psyche mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para nimfa dan pergi mengamati para domba emas.Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol emas mereka tersangkut di batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh. Psikhe pun tinggal mengambil wol-wol itu dari sana. Semakin Psikhe berhasil, semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh Afrodit. Psyche harus mengambil air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira kali ini dia akan mati, namun tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang mengambilkan air itu untuknya. Afrodit jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya.”

Psyche bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup. Psyche berpikir tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan berniat bunuh diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah berbicara pada Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya. Setelah mendapat petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti jalan yang diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana. Ketika sampai di istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah mendapat kotak itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psikhe berhasil sampai di dunia atas.

Namun sekali lagi Psyche merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit kecantikan dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang kalau dia menjadi lebih cantik. Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka kotak itu. Begitu Psyche membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak itu dan membuat Psyche tertidur abadi. Sementara luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche bahkan Cupid kini sangat merindukan istrinya itu. Cupid mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.


Dewi Psyche Dikatakan Sebagai Jiwa

            Psikologi  dari perkataan psyche  dari bahasa Yunani kuno yang artinya nafas atau jiwa, logi darai kata  logos artinya ilmu. Jadi psikologi artinya ilmu jiwa. Uraian kata semacam ini disebut uraian etimologis. Didalam cerita Yunani ada dua perawan kakak beradik, keduanya sama-sama cantiki rupanya, terlebih-lebih yang mudah. Sutu ketika gadis yang mudah tampak lain keadaannya daripada biasanya. Mukanya berseri-seri, riang gemibira, ceria. Hal ini menimbulkan keheranan kakaknya. Menagap adiku berbeda benar dengan biasany ? Ternyata kelainan kelakuan adiknya karena adiknya berhubungan dengan seorang Dewa bernama Eros. Gadis muda tadi bernama Psyche. Dewa Eros melihat kecantikan Psyche lalu jatuh cinta.  Tetapi bagaiman mungkin seorang Dewa dapat kawin dengan manusia biasa? itulah sebabnya dia akan menyamar. Pada suatu malam Psyche sedang di taman bunga. Dalam taman bunga itu terhamburlah bau semerbak, inilah yang menyebabkan  perubahan kelakuan Psyche dengan tana bau harum semerbak itulah Psyche mengenal Dewa Eros yang pada permulaan sekali tealh diberitahukan kepada Psyche pada kebiasaannya, setelah bau semerbak itu tercium datangla Dewa Eros berwujud seorang pemuda yang sangat tampan. Tetapi malang, pada malam itu bau harum sudah ada, namun Dewa Eros tidak tampak, maka hati Psyche menjadi gelisah. Lalu berusaha mencari asal mula bau harum itu, tetapi eros selalu menghindarinya, akhirnya tertumbuklan Eros pada sebuah lampu, dan lampupun padam serta minyaknya menumpai Psyche. Dalam keadaan gelap Psyche jatuh pingsan lalu meninggal.
Eros melihat kejadian itu, amat sedih karena  Psyche  tak bernafas lagi. Karena sedih dan cintanya kepada Psyche, maka dihembuslah nafas Eros pada hidung Psyche, yang kemudian bernafas lagi dan hidup. Seterusnya Psyce dan Eros naik ke Surga bersama-sama menjadi Dewa dan Dewi  yaitu Dewa eros dan dewi Psyche.
Jadi Psyche pada mulanya berarti nafas. Pada orang  yang meninggal, tidak mempunyai nafas lagi. Karena nafas sebagai tanda hidup manusia, maka nafas lalu diartikan jiwa. Apa yang menyebabkan hidup oleh bangsa Yunani disebutkan Anima  yang artinya jiwa. Lama kelamaan nafas yang semula sebagai tanda kematian, karean tidak bernafas, kemudian nafas berarti jiwa (disamakan dengan jiwa). Sekarang terjadilah istilah psikologi yang asal-usul katanya dari dewi Psyche dalam ceritera Yunani kuno tadi. Dalam bahas inggris kata Psikologi adalah Psychology. Dalam bahas indonesia padanannya adalah ilmu jiwa, ilmu kerohanian (meliputi filsafat) atau secara umum Psikologi.